1 Ringgit Sentuh Rp4.049, Terkuat di Asia!

1 Ringgit Sentuh Rp4.049, Terkuat di Asia!/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik 1 Ringgit Sentuh Rp4.049, Terkuat di Asia!/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik

Malaysia, GPriority.co.id – Nilai tukar mata uang Ringgit Malaysia (MYR) semakin menunjukkan penguatan. Terhitung per Rabu (12/11) kemarin, 1 Ringgit diperdagangkan pada kisaran RM4,12 per dolar AS, sebagaimana dilansir dari laporan Malay Mail.

Saat ini, nilai tukar Ringgit menyentuh level tertinggi dalam lebih dari setahun terakhir. Sementara terhadap Rupiah, per Kamis (13/11) 1 Ringgit bernilai sekitar Rp4.049,14. Level tersebut menjadi titik terendah Rupiah dalam beberapa tahun terakhir.

Data Refinitiv menyebut, Ringgit menjadi salah satu mata uang dengan performa terbaik di Asia. Bahkan mata uang tersebut juga menjadi satu-satunya di kawasan Asia yang berhasil menguat terhadap dolar AS.

Perlu diketahui, penguatan Ringgit dipicu oleh melemahnya dolar AS akibat data ekonomi mereka yang lebih lemah daripada perkiraan. Terlebih pada sektor tenaga kerjanya.

Selain itu, kinerja kuat Ringgit juga didorong dengan stabilnya harga minyak mentah dunia yang kemudian menopang ekspor energi Malaysia, dan ekspektasi bahwa Bank Negara Malaysia (BNM) mempertahankan suku bunga stabil demi mendukung petumbuhan domestik.

Penguatan tersebut turut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor pada prospek perekonomian Malaysia. Namun dampaknya bagi negara tetangga seperti Indonesia juga dipertanyakan. Terutama bagi pelaku usaha yang mengimpor barang dari Malaysia.

Dengan penguatan Ringgit, biaya impor berpotensi meningkat. Sementara bagi para eksportir di Indonesia, produk dalam negeri akan lebih kompetitif di pasar Malaysia.

Begitupun dampak bagi wisatawan serta pekerja migran Indonesia. Dengan adanya penguatan Ringgit, daya beli terhadap Rupiah akan meningkat menyebabkan transaksi lintas negara akan sedikit lebih mahal.

Analisis MUFG Bank memprediksi Ringgit dapat menguat hingga MYR 4,15 per dolar AS di akhir tahun 2025. Artinya, kepercayaan investor terhadap perekonomian Malaysia semakin meningkat.

“Ringgit akan ditopang oleh fundamental makro yang tangguh, pengelolaan fiskal yang hati-hati, dan penyempitan selisih suku bunga dengan AS,” ungkap Lloyd Chan, Strategis MUFG Bank Ltd.