Studi: Junk Food Buat Gen Z Makan Berlebihan Meski Tidak Lapar

Studi: Junk Food Buat Gen Z Makan Berlebihan Meski Tidak Lapar/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik Studi: Junk Food Buat Gen Z Makan Berlebihan Meski Tidak Lapar/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik

Amerika Serikat, GPriority.co.id – Sebuah studi terbaru dari Virginia Tech menunjukkan kebiasaan buruk Gen Z dalam mengonsumsi junk food atau makanan cepat saji secara berlebihan.

Brenda Davy, seorang profesor pada Departemen Nutrisi Manusia, Makanan, dan Olahraga di Virginia Tech menyebut, makan junk food berlebihan berpotensi menaikkan berat badan, terutama bagi pemuda dari kalangan Gen Z.

“Meskipun ini merupakan uji coba jangka pendek, jika peningkatan asupan kalori ini terus berlanjut, hal ini dapat menyebabkan penambahan berat badan pada kaum muda,” tegas Davy sebagaimana dikutip dari laporan NY Post pada Kamis (20/11).

Pada survei yang dilakukan Virginia Tech, sebanyak 27 pria dan wanita rentang usia 18 hingga 25 tahun dilibatkan. Mereka diminta memilih satu dari dua jenis makanan yang disediakan.

Para peneliti mengelompokkan responden menjadi dua kategori. Pertama, mengonsumsi makanan cepat saji dan kedua, kelompok yang dilarang memakan makanan cepat saji.

Responden diminta melakukan intermittent fasting terlebih dahulu, sebelum bisa melahap makanan sebanyak atau sesedikit mungkin yang mereka inginkan dari nampan makanan dengan jumlah sekitar 1.800 kalori. Hasilnya, para peneliti menemukan hasil penelitian menarik berdasarkan rentang usia.

Pertama, Gen Z berusia 18-21 tahun yang mengonsumsi kalori lebih banyak dengan jenis makanan cepat saji selama dua minggu, cenderung makan berlebihan walaupun mereka tidak lapar.

Sementara, kelompok kedua dengan rentang usia 22-25 tahun yang tidak memakan makanan cepat saji, menjadi tidak terlalu lahap makan.

“Hasilnya menunjukkan bahwa risiko peningkatan asupan kalori pada Gen Z dapat terjadi setelah mereka lebih banyak mengonsumsi makanan cepat saji,” ungkap Alex Difeliceantonio, asisten profesor di Institut Penelitian Biomedis Fralin, Virginia Tech.

Perlu diketahui, makanan cepat saji berkaitan dengan 32 penyakit termasuk penyakit jantung, kanker, diabetes tipe 2, masalah kesehatan mental, hingga kematian dini. Sehingga, mengonsumsinya secara berlebihan sangat tidak disarankan, terlebih untuk Gen Z.