Magang Nasional Batch II Dibuka, Peserta Lolos Bertambah Jadi 62 Ribu

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dan peserta magang nasional/Foto Kemensetneg Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dan peserta magang nasional/Foto Kemensetneg

Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi membuka Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi Batch II pada Rabu (26/11).

Pembukaan dilakukan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dan disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Dalam sambutannya, Yassierli menyampaikan bahwa sebanyak 62 ribu peserta dinyatakan lolos mengikuti magang berbayar upah minimum provinsi atau kabupaten/kota (UMP/UMK) pada batch kedua ini. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan batch pertama yang hanya mencapai sekitar 15 ribu peserta.

“Alhamdulillah, kita sudah menetapkan lebih kurang 62 ribu peserta magang batch kedua dan ditambah dengan batch pertama kemarin sekitar hampir 15 ribu. Artinya, untuk target 100 ribu, kita masih ada kuota,” kata Yassierli dalam Kick Off Pemagangan Nasional Batch II, dikutip dari siaran langsung YouTube Kemnaker.

Yassierli menegaskan bahwa tujuan utama program pemagangan ini adalah mempersiapkan lulusan perguruan tinggi untuk memasuki dunia kerja. Menurutnya, hal tersebut sangat relevan ketika sejumlah pakar menyoroti adanya mismatch atau ketidakcocokan antara lulusan dan kebutuhan industri.

“Sehingga program magang nasional kami harapkan bisa memberikan banyak manfaat bagi peserta magang,” ucapnya.

Sementara itu, Airlangga mengungkapkan bahwa terdapat 4.600 perusahaan serta 47 kementerian/lembaga yang terlibat dalam program ini.

“Dan tadi dilaporkan lebih dari 4.600 perusahaan dan 47 kementerian lembaga. Dan ini tentunya suatu hal yang baik karena dari data, ada satu jabatan yang mendaftarnya seribu orang, jadi program ini sudah melalui proses seleksi yang luar biasa,” tutur Airlangga.

Ia berharap perusahaan-perusahaan tersebut dapat terus berpartisipasi dalam batch berikutnya.

“Jadi tentu saya berharap seperti tadi dikatakan oleh Prof. Yassierli, walaupun tidak ada kewajiban bagi perusahaan untuk melanjutkan, tetapi investasi 6 bulan ini adalah sebuah investasi yang luar biasa, apalagi proses rekrutmen dan seleksinya juga rekrutmen dan seleksi yang ketat,” pungkasnya.