Jakarta, GPriority.co.id – 3 negara ASEAN, Indonesia, Thailand, dan Malaysia, sama-sama dihantam bencana banjir bandang pada akhir tahun ini.
Banjir bandang tersebut disebabkan oleh curah hujan ekstrem akibat Siklon Tropis Senyar. Jika di Indonesia banjir bandang ini menghantam kawasan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, di Malaysia sendiri setidaknya terdapat 7 negara bagian yang terdampak.
Diantaranya meliputi Selangor, Terangganu, Kelantan, Perak, Kedah, Pahang, juga Perlis. Sementara di Thailand, banjir bandang mengguyur sebagian dari 12 provinsi di selatan Thailand. Diantaranya provinsi Nakhon Si Thammarat, Phatthalung, Songkhla, Trang, Satun, Pattani, dan Yala.
Meski sama-sama dilanda bencana banjir bandang, namun jumlah korban dari ketiga negara ASEAN tersebut memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Menurut data per 3 Desember 2025 lalu, korban jiwa di Indonesia mencapai 753 orang. Sementara di Thailand 185 orang dilaporkan tewas. Malaysia menjadi negara dengan korban jiwa yang paling sedikit, hanya 3 orang.
Sejak tahun 1886, Malaysia telah memiliki sejarah panjang akan bencana banjir. Pemerintah negara tersebut pun sangat serius menganggulangi bencana alam ini.
Dilansir dari MalaysiaMail, NADMA (BNPB Malaysia), Pasukan Pertahanan Sipil Malaysia, Kepolisian, Pemadan Kebakaran, hingga Dewan Kota, dengan sigap merespon permasalahan banjir di negara mereka.
Evakuasi dilakukan langsung ke lebih dari 30 ribu penduduk Malaysia yang diperkirakan terdampak. Pompa permanen dan pompa tambahan juga dikerahkan pemerintah Malaysia untuk mempercepat drainase dan membuat banjir cepat surut.
Dari segi infrastruktur, pemerintah Malaysia juga membangun terowongan Stormwater Management and Road Tunnel (SMART) dengan fungsi ganda. Selain sebagai saluran air, namun juga berfungsi sebagai jalan raya. Jika dalam keadaan normal terowongan ini digunakan untuk jalan tol, namun saat banjir melanda, jalur ini dialihkan menjadi kanal air guna mencegah luapan sungai.
Bantuan tunai juga diberikan kepada warga per 1 Desember lalu senilai Rp4,03 juta kepada setiap keluarga korban yang terkena dampak banjir. Selain bantuan tersebut, pemerintah Malaysia juga memberikan bantuan perbaikan rumah, bantuan untuk keluarga korban tewas, serta bantuan kebutuhan sehari-hari.
Terbaru dilansir dari laporan MalaysiaMail, jumlah pengungsi di Malaysia juga telah berkurang menjadi sekitar 12 ribu orang (sebelumnya 30 ribu orang), setelah banjir surut dan situasi membaik.
