Jakarta, GPriority.co.id – Misophonia semakin ramai diperbincangkan di hollywood, usai bintang “Mad Men”, January Jones, mengungkapkan bahwa dirinya telah berjuang melawan gangguan tersebut seumur hidupnya.
Melalui unggah video di Instagram pribadinya pada Kamis (4/12) lalu, Jones mencoba bercerita kepada para pengikutnya.
“Saya ingin berbicara tentang sesuatu yang telah saya perjuangkan sepanjang hidup saya, yang disebut misophonia. Kondisi ini semakin memburuk selama bertahun-tahun,” ungkap Jones.
Dilansir dari laporan NY Post, gangguan misophonia ditandai dengan sensitivitas ekstrem terhadap suara yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari serta interaksi sosial. Di Amerika Serikat, gangguan ini dilaporkan menyerang hingga 20 persen orang.
Selain January Jones, banyak artis hollywood lainnya yang juga mengidap gangguan yang sama. Seperti Kelly Ripa yang terganggu saat suaminya mengunyah dan menelan buah persik, Kelly Osbourne yang menderita gangguan ini sejak kecil, Melissa Gilbert, Melanie Lynskey, hingga putri dari Christina Applegate, Sadie.
Orang dengan gangguan tersebut terpengaruh secara emosional oleh suara-suara yang umum terjadi. Misalnya saja suara saat orang bernapas, menguap, mengecap bibir atau mengunyah, hingga suara-suara berulang seperti ketukan jari dan bunyi klik pada pulpen.
Meski bagi sebagian orang dianggap normal, namun bagi pengidapnya, hanya dengan mendengar suara-suara tersebut dapat memicu kemarahan, kecemasan, rasa jijik, hingga ketakutan. Sementara efek secara fisiknya antara lain sesak dada, peningkatan detak jantung dan tekanan darah, keringat, hingga perasaan merinding.
Apabila gangguan tersebut sudah sampai di puncak, pengidapnya bahkan dapat secara spontan berteriak kepada orang lain yang menimbulkan suara mengganggu bagi mereka, hingga melakukan kekerasan sebagai bentuk perlawanan.
Umumnya, pengidap gangguan misophonia hanya memiliki satu suara pemicu. Namun banyak juga yang terganggu dengan banyak suara. Beberapa pengidapnya bahkan tidak bisa mengendalikan emosi mereka. Jones sendiri mengakui, suara orang saat mengunyah keripik yang renyah menjadi musuh terbesarnya.
“Saya punya saudara ipar yang makanan kesukaannya keripik dan dia tampaknya menganggap lucu makan keripik di dekatku sekarang. Mereka anggap ini lelucon dan ingin melihat apa yang akan aku lakukan,” tutur Jones.
Lalu sebenarnya, apa penyebab gangguan tersebut?
Para ahli menduga penyebabnya berasal dari berbagai faktor. Mulai dari riwayat keluarga atau genetika, perbedaan struktur otak, hingga kondisi lainnya. Namun gangguan ini berpotensi lebih besar menyerang orang-orang dengan kondisi neurodivergen seperti gangguan spektrum autisme, Tourette, hingga gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD).
Begitupun dengan mereka yang memiliki gangguan kesehatan mental seperti depresi, gangguan obsesif-kompulsif (OCD), gangguan stres pascatrauma (PTSD), dan gangguan kepribadian ambang (BPD).
Selain itu, peneliti menemukan misophonia lebih umum terjadi pada orang yang memiliki sifat obsesif-kompulsif, tetapi tidak sepenuhnya memenuhi kriteria untuk diagnosis OCD formal. Kurang dari 24 persen orang dengan ciri-ciri tersebut juga menderita gangguan ini. Menurut penelitian, kondisi ini lebih umum terjadi pada wanita dibandingkan pria. Biasanya, muncul sekitar usia 12 tahun.
Sayangnya, hingga kini tidak ada obat untuk mengatasi gangguan tersebut. Kendati demikian, terapi kesehatan mental dapat menjadi alternatif untuk mengidentifikasi pemicu serta menghindari reaksi impulsif yang dapat memicunya.
