Soal Kebakaran di JakPus, Mendagri: Presiden Tidak Ingin Terulang

Mendagri Tito Karnavia tinjau lokasi kebakaran di JakPus, Rabu (10/12)/Foto Fifi Abdurahman Mendagri Tito Karnavia tinjau lokasi kebakaran di JakPus, Rabu (10/12)/Foto Fifi Abdurahman

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menyampaikan pesan dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi terkait kebakaran di Kantor Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat, yang menewaskan 22 orang.

Menurut Tito, Mensesneg menekankan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Pak Mensesneg menelpon saya, intinya jangan sampai terulang kembali. Saya yakin Pak Presiden sangat memberikan atensi, karena ada jumlah korbannya. Jumlah korbannya yang tidak sedikit, 22 orang,” kata Tito saat meninjau lokasi kebakaran di Kantor Terra Drone, Jakarta Pusat, Rabu (10/12). 

Tito menyebut arahan tersebut merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang saat ini sedang melakukan kunjungan kerja ke Pakistan.

Ia pun diminta untuk mengevaluasi prosedur pencegahan kebakaran di seluruh gedung bertingkat di Indonesia.

“Saya diperintahkan untuk mengevaluasi prosedur atau tata cara untuk mencegah kebakaran atas gedung-gedung, dan kemudian agar tidak terulang kembali,” tuturnya.

Lebih lanjut, Tito menekankan pentingnya pengujian kelayakan sistem pencegahan kebakaran dalam setiap pembangunan gedung, terutama di Jakarta yang didominasi bangunan bertingkat tinggi dengan risiko lebih besar.

Ia menyoroti mekanisme Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang kini diproses melalui sistem OSS (Online Single Submission) oleh DPMPTSP untuk mendukung investasi dan penciptaan lapangan kerja. Pelayanan PBG juga tersedia di Mall Pelayanan Publik (MPP), meski saat ini DKI Jakarta baru memiliki satu MPP dari total 296 MPP secara nasional.

Salah satu syarat penerbitan PBG adalah Sertifikat Laik Fungsi (SLF), yang mencakup kelayakan sistem pencegahan dan mitigasi kebakaran. Dinas Pemadam Kebakaran biasanya memeriksa ketersediaan alat pemadam, jalur evakuasi, sprinkler, dan fasilitas keselamatan lainnya.

“Nah ini yang sedang di dalami oleh kepolisian dan juga nanti saya juga akan menurunkan tim dari kemendagri karena kita juga memahami aturan,” imbuhnya.