Mentan Targetkan Papua Mandiri Pangan pada 2027

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menyalurkan beras SPHP di Jayapura, Papua, Selasa (9/12). Foto: dok.Kementan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menyalurkan beras SPHP di Jayapura, Papua, Selasa (9/12). Foto: dok.Kementan

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan Papua mampu mandiri pangan melalui percepatan cetak sawah, dukungan logistik, dan kolaborasi lintas sektor.

“Mimpi kita adalah Papua mandiri pangan. Tidak lagi bergantung pasokan dari Makassar atau Jawa. Papua harus memenuhi kebutuhannya sendiri. Karena kalau kita ngangkut dari daerah lain, itu biaya transportasinya ditanggung oleh masyarakat,” ujar Andi saat menyalurkan beras SPHP di Jayapura, Papua, Selasa (9/12).

Andi menegaskan pentingnya Papua memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, mengingat tingginya biaya transportasi jika pasokan harus didatangkan dari Makassar atau Pulau Jawa.

“Papua harus memenuhi kebutuhannya sendiri. Karena kalau kita ngangkut dari daerah lain, itu biaya transportasinya ditanggung oleh masyarakat,” katanya.

Kebutuhan pangan Papua mencapai sekitar 660 ribu ton per tahun, sementara produksi lokal baru 120–124 ribu ton. Kekurangan sekitar 500 ribu ton itu tengah diatasi melalui ekstensifikasi sawah dan intensifikasi lahan.

Andi menyampaikan rencana penambahan sawah baru sebesar 20 ribu hektare di Papua, 50 ribu hektare di Papua Selatan, 17 ribu hektare di Papua Barat Daya, serta potensi tambahan di Sorong dan Papua Barat. Dengan pengembangan lahan tersebut, defisit pangan diproyeksikan bisa teratasi dalam 5–10 tahun.

“Solusi permanen ke depan, kita cetak sawah 100 ribu hektare. Kalau langkah ini konsisten, persoalan pangan Papua akan selesai. Tidak ada lagi permasalahan beras. Itu solusi permanen kita,” tegasnya.

Mentan Andi menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi fondasi stabilitas bangsa. Ia mengingatkan bahwa di tengah gejolak energi dan pangan global, krisis pangan dapat berimbas pada instabilitas sosial hingga politik.

Untuk itu, pemerintah terus memperluas program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), pembangunan gudang penyimpanan di wilayah yang belum memiliki fasilitas, serta peningkatan kapasitas produksi lokal.

Papua Raya yang meliputi Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua Pegunungan telah disiapkan lahan sekitar 100 ribu hektare yang akan dibangun pada 2025–2026.

Dalam dialog bersama masyarakat, Andi turut mendengarkan aspirasi petani, peternak, dan kelompok adat mengenai kebutuhan bibit jagung, mekanisasi pertanian, serta pengembangan komoditas kakao, kopi, kelapa, hingga peternakan rakyat.