Polisi Israel Serang Lingkungan Kristen di Palestina Saat Warga Rayakan Natal

Haifa, Gpriority.co.id – Polisi Israel menyerang lingkungan kristen di Palestina saat perayaan Natal. Warga arab kristen yang berada di lingkungan tersebut mengalami kekerasan dan beberapa ditangkap.

Dikutip dari TNT World, suasana khidmat perayaan Natak di lingkungan Wadi Al-Nisnas, Haifa berubah mencekam setelah aparat Kepolisian Israel dilaporkan melakukan penggerebekan mendadak. Saksi mata mengatakan, Polisi Israel merangsek masuk ke wilayah tersebut ketika warga tengah merayakan Natal.

Selain melakukan pengepungan, Polisi juga melakukan serangan fisik terhadap penduduk sipil yang ada di lokasi. Sejumlah warga juga ditangkap dan dibawa oleh Polisi Israel. Dalam video yang banyak beredar di media sosial tampak seorang pemuda yang menggunakan kostum Santa Claus dibawa aparat Kepolisian Israel.

Dalam laporan pusat hak asasi manusia independen Masaawa, disebutkan pasukan polisi menyerbu perayaan yang diselenggarakan oleh umat Kristen, membubarkan para peserta secara paksa dan menyita peralatan dari acara tersebut. Dalam video lainnya terlihat polisi menghentikan pertunjukan tari tradisional Palestina Dabke yang sedang berlangsung di jalan.

Para pemimpin komunitas lokal dan aktivis hak asasi manusia menganggap tindakan polisi sebagai tindakan provokasi terhadap kebebasan beragama dan ketenangan warga di hari besar keagamaan.

Wadi Al-Nisnas sendiri biasanya menjadi pusat keramaian di Haifa selama bulan Desember karena festival ‘Holiday of Holidays’ yang merayakan toleransi antarumat beragama. Sampai berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi pihak kepolisian Israel terkait alasan dibalik penggerebekan dan pembubaran perayaan Natal tersebut.

Dikutip dari Mi’raj News Agency (MINA), organisasi hak asasi manusia menunjuk pada peningkatan kejahatan kebencian yang dilakukan oleh ekstremis Yahudi, termasuk penyerangan terhadap gereja-gereja di Yerusalem Timur dan Tepi Barat, merusak simbol-simbol keagamaan, dan menodai pemakaman Kristen.

Minoritas Kristen juga telah menjadi sasaran pengeboman pendudukan Zionis yang menargetkan rumah, sekolah, dan gereja sejak Oktober 2023 di Jalur Gaza yang mengakibatkan kehancuran luas tiga gereja bersejarah: Gereja Santo Porphyrius, Gereja Keluarga Kudus, dan Gereja Baptis. Sementara, organisasi lokal mengungkap, setidaknya 53 warga Kristen Palestina tewas selama serangan di Gaza, dan lainnya mengalami luka-luka.

Foto : Istimewa