Warga AS dan Dunia Demontrasi Mengutuk Penculikan Nicolas Maduro

New York, Gpriority.co.id – Demontrasi mengutuk penculikan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS) tak hanya dilakukan dunia internasional. Dari dalam negeri AS, demontrasi mengutuk penculikan Maduro juga berlangsung.

Demonstrasi di AS menentang penangkapan Maduro terjadi pada awal Januari 2026, terutama di Kota New York, menyusul operasi militer AS yang menangkapnya dan istrinya atas tuduhan terorisme narkoba yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump. Para pendemo berkumpul untuk mengecam campur tangan AS yang dianggap mengganggu kedaulatan Venezuela. Lokasi Protes Utama Protes berlangsung di lokasi-lokasi penting termasuk Gedung Pengadilan Federal di Manhattan dan Pusat Penahanan Brooklyn.

Para demonstran mengibarkan bendera Venezuela dan memegang plakat yang menuntut “Bebaskan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya,” sambil meneriakkan protes terhadap tindakan Trump sebagai imperialistik. Tuntutan dan aksi protes para pendemo menuduh AS melanggar hukum internasional melalui serangan udara di Caracas dan menculik Maduro.

Massa pendemo sudah berkumpul pada tanggal 4-5 Januari, menolak rencana AS untuk sementara mengelola Venezuela dan mengeksploitasi cadangan minyaknya, dengan beberapa menyerukan pembebasan segera. Aksi demontrasi di New York itu diorganisir oleh kelompok pendukung kiri, imigran Venezuela, aktivis anti-imperialisme, dan serikat buruh progresif. Termasuk kelompok solidarity Venezuela seperti Code Pink dan komunitas Venezuela-Amerika di sekitar Manhattan.

Sementara di Chicago, aksi diorganisir oleh koalisi kelompok kiri seperti Democratic Socialists of America (DSA) cabang Chicago dan komunitas Latin. Pendukung Maduro dari kalangan buruh dan mahasiswa juga turut bergabung, menjadikan kota ini pusat protes regional.

Demontrasi mengutuk penculikan Maduro juga terjadi di berbagai negara. Aksi demontrasi yang berlangsung di Amsterdam (Belanda), Madrid (Spanyol), dan lokasi lainnya, menuduh AS melakukan eksploitasi sumber daya di Venezuela. Para demonstran mengecam operasi tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan dan khawatir hal itu akan menjadi preseden bagi intervensi di tempat lain di Amerika Latin. Pada awal Januari 2026 ribuan orang juga turun ke jalan di Brasil (Rio de Janeiro), Korea Selatan (Seoul), Filipina, Meksiko, Jakarta dan Caracas sendiri. Aksi-aksi ini menyoroti solidaritas internasional melawan kebijakan AS.

Foto : Istimewa