Jakarta, GPriority.co.id – Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sul, menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan layanan publik yang inklusif dan berkeadilan bagi semua warga negara, termasuk penyandang disabilitas tuli dan bicara.
Hal itu disampaikan Deputi Lisa dalam sambutannya pada pembukaan acara Pelatihan Bahasa Isyarat sekaligus Diskusi Interaktif bertema “Masa Depan Bahasa Isyarat: Menuju Ekosistem Komunikasi dan Dunia Kerja yang Inklusif” di Kemenko PMK, Selasa (26/8).
“Pelatihan bahasa isyarat ini menjadi wujud nyata komitmen kami untuk menciptakan layanan publik yang inklusif dan berkeadilan. Belajar bahasa isyarat bukan hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga bagaimana kita menghargai keberagaman dan memenuhi hak teman-teman tuli untuk mendapatkan pelayanan yang setara,” kata Deputi Lisa.
Deputi Lisa menambahkan, pelatihan bahasa isyarat yang diikuti sejumlah lembaga negara ini diharapkan dapat menjadi jembatan utama untuk membuka komunikasi antara teman-teman tuli dengan pemerintah.
“Paling tidak, ini yang harus kita pastikan bagaimana kita membuka komunikasi. Karena dengan membuka komunikasi, kita membangun jembatan bagi teman-teman disabilitas untuk bisa berinteraksi, mengakses layanan, dan berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Deputi Lisa menyampaikan bahwa berdasarkan data statistik terdapat sekitar 4 juta penyandang disabilitas di Indonesia, dan sekitar 2 juta di antaranya merupakan penyandang disabilitas tuli dan bicara.
Dengan angka tersebut, Deputi Lisa menilai ini menjadi peluang bagi pemerintah untuk belajar bahasa isyarat agar inklusivitas benar-benar terwujud dalam pembangunan di Indonesia.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap bapak/ibu sekalian tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa inklusivitas adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan begitu, layanan publik yang kita berikan akan semakin ramah, mudah diakses, dan bermartabat bagi semua,” pungkasnya.
Pewarta: Fifi Abdurahman
