Banjir Thailand Tewaskan 162 Orang, Kepala Daerah Dicopot Seketika

Banjir Thailand Tewaskan 162 Orang, Kepala Daerah Dicopot Seketika/Foto : Dok. South China Morning Post Banjir Thailand Tewaskan 162 Orang, Kepala Daerah Dicopot Seketika/Foto : Dok. South China Morning Post

Thailand, GPriority.co.id – Bencana banjir bandang juga melanda negara Thailand, beberapa waktu lalu. Akibat peristiwa tersebut, 162 orang dilaporkan tewas. Laporan National Thailand menyebut banjir ini menjadi yang terbesar dalam 1 dekade terakhir di negara tersebut.

Menurut data yang dilaporkan oleh Departemen Irigasi Thailand, curah hujan luar biasa sebesar 630 mm terjadi selama 3 hari dari 19-21 November 2025. Akibatnya, banjir besar pun terjadi dan membuat warga Thailand menumpahkan kritik keras kepada Pemerintah Thailand.

Anggota parlemen dari partai oposisi rakyat menilai Pemerintah Thailand salah memperkirakan situasi hingga menyebabkan telatnya penanganan banjir.

Anutin Charnivakul, Perdana Menteri (PM) Thailand pun mengakui kekurangan mereka dalah mengelola banjir. Permintaan maaf tersebut juga ditujukan kepada masyarakat yang gagal dilindungi. Tak sampai disitu, PM Thailand juga mencopot kepala daerah yang dinilai gagal.

Laporan menyebut, Charnivarkul mencopot Kepala Distrik Hat Yai, Eak Young-Apai No Songkhla, setelah tak dapat dihubungi pada saat banjir bandang terjadi. Akibatnya, para pejabat distrik pun terlambat membantu korban.

Pemerintah Thailand juga memindahtugaskan Kepala Kepolisian yang dinilai tak tanggap dalam menangani bencana banjir bandang di negaranya. Saat ini semua instansi di Thailand telah didorong untuk mempercepat pemulihan di wilayah terdampak.

Ada 8 langkah pemulihan utama yang akan segera dimulai untuk individu dan bisnis yang terdampak banjir. Tujuan utamanya agar kota dan penduduk sekitar dapat kembali ke keadaan normal secepat mungkin.

Salah satu langkah yang dijalankan ialah dengan memberikan kompensasi maksimal 2 juta baht atau sekitar Rp1 miliar kepada keluarga korban tewas dalam peristiwa tersebut.

Perlu diketahui, penyebab banjir bandang di Thailand dan Indonesia memiliki kesamaan. Bencana ini terjadi karena cuaca ekstrem disertai hujan deras yang melanda 3 wilayah di Asia Tenggara, meliputi Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Laporan menyebut, bencana ini menewaskan setidaknya 600 korban jiwa.

Cuaca buruk terjadi karena interaksi 2 sistem aktif, Topan Koto di Filipina dan pembentukan Siklon Tropis Senyar di Selat Malaka.