Aceh, GPriority.co.id-Infeksi kutu kepala atau istilah medisnya Pediculosis Capitis adalah penyakit yang terjadi pada kulit kepala akibat hidupnya kutu jenis Pediculosis Capitis var Hominis pada rambut dan kulit kepala. Infestasi kutu pada kulit kepala ini bisa terjadi pada perempuan maupun laki-laki. Penuluran dari kutu kepala ini melalui kontak langsung maupun tidak langsung, penularan melalui kontak langsung ini melalui kontak antar kepala orang yang menderita infeksi kutu kepala, sedangkan penularan tidak langsung melalui perantara benda mati yang dipakai secara bersamaan dengan orang yang terinfeksi kutu kepala seperti sisir, topi, jilbab, dan bantal. Terdapat beberapa faktor yang mendukung penularan dari kutu kepala ini diantaranya kebersihan lingkungan dan kebersihan diri yang kurang terjaga, usia, kepadatan penduduk, tingkat pengetahuan terhadap penuluaran kutu kepala dan frekuensi mencuci rambut.
Infeksi kutu kepala ini tidak menyebabkan kematian, namun jika tidak diobati sampai tuntas maka akan menyebabkan infeksi yang lebih berat serta akan terus menularkan pada orang lain.
Apa saja gejala yang timbul jika seseorang terkena infestasi kutu kepala?
Gejala yang timbul berupa gatal terutama pada area kepala bagian belakang dan akhirnya meluas pada seluruh area kepala, rasa gatal akan membuat orang yang menderita infestasi kutu kepala ini melalukan penggarukan pada kepala yang akan mengakibatkan terjadinya luka dan infeksi pada kulit kepala. Bila infeksi ini terus berlanjut maka rambut dari penderita kutu kepala ini akan menggumpal karna adanya nanah dan koreng pada kulit kepala dan akan menimbulkan bau busuk. Rasa gatal yang hebat juga akan mengganggu tidur penderita sehingga akan membuat penderita sulit berkonsentrasi pada esok hari saat melakukan aktivitasnya sehari-hari.
Bagaimana pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi kutu kepala?
Pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi kutu kepala ini berupa terapi secara fisik dan kimiawi. Berikut beberapa cara pengobatan kutu kepala :
1.Metode pengobatan secara fisik, yaitu dengan menggunakan beberapa metode yaitu :
a.Menggunakan sirit yang bergigi rapat untuk menyisir kutu dewasa pada rambut.
b.Mencukur habis seluruh rambut kepala. (metode ini paling efektif namum kurang dianjurkan karna dapat mengurangi rasa percaya diri dari penderita).
2.Metode secara kimiawi, yaitu dengan menggunakan beberapa bahan kimia yang dioleskan pada kulit kepala dan rambut dan aman digunakan pada kulit kepala, diantaranya :
a.Permetrin 1% dan 5%, penggunaan krim atau lotion permetrin 1% ini dioleskan pada kulit kepala dan dibiarkan selama 10 menit kemudia dibilas menggunakan air, sedangkan penggunaan krim atau lotion permetrin 5% dioleskan pada kulit kepala dan dibiarkan selama 8-12 jam kemudian dibilas menggunakan air, diperhatikan pada hari ke 7-10 apabila masih terdapat kutu dewasa atau nimfa pengaplikasian dari permetrin ini boleh diulang.
b.Piretrin ditambah piperonyl butoxide berupa shampo yang dioleskan pada rambut dan kulit kepala dan dibiarkan 10 menit lalu dibilas, produk ini harus di aplikasikan ulang pada hari ke 9-10 untuk membunuh kutu dan nimfa yang baru menetas.
c.Malathion tersedia dalam bentuk lotion 0,5% yang dioleskan pada kulit kepala dan dibiarkan sampai mengering selama 8-12 jam setelah itu dibilas dengan menggunakan shampo, pada sebagian penderita kutu rambut cukup dengan sekali pemakaian namun penggunaan lotion malathion harus diulang dalam waktu sekitar 8 hari apabila ditemukannya kutu hidup. Penggunaan produk ini tidak boleh digunakan pada anak usia <2 tahun
d.Benzyl alkohol 5%, berupa lotion dioleskan pada seluruh permukaan kulit kepala dan dibilas setelah di dibiarkan selama 10 menit, lotion benzyl alkohol ini tidak mampu membunuh telur kutu, maka pengobatan harus diulang dalam waktu sekitar 9 hari. Obat ini aman digunakan pada anak usia 6 bulan atau lebih dan pada kehamilan
e.Ivermektin topical, sediaan berupa lotion ivermektin 0,5% yang digunakan pada seluruh kulit kepala, lalu di dibiarkan selama 10 menit kemudian bilas dengan air.
3.Metode pengobatan kimiawi selain tersedia dalam sediaan oles juga tersedia dalam bentuk minum (oral), beberapa golongan obat yang bisa digunakan yaitu :
a.Ivermektin oral yang diberikan sebagai dosis tunggal 200-400 µg/Kg dengan dosis yang diberikan selama 7 hari. Obat ini digunakan pada kasus kutu kepala yang sulit diobati atau resisten dengan obat oles. Namun obat ini tidak boleh digunakan selama kehamilan/menyusui dan pada anak dengan BB<15 kg.
b.Trimethoprim/sulfamethoxazole oral (trimethoprim 10 mg/Kg/hari dan sulfamethoxazole 50 mg/Kg/hari) diberikan selama 10 hari.
Apakah kutu kepala bisa dicegah?
Pencegahan infestasi kutu kepala terdapat dua metode yaitu metode secara langsung dan tidak langsung, diantaranya :
1.Metode secara langsung
Menghindari adanya kontak langsung rambut ketika bermain atau beraktivitas dimanapun.
2.Metode secara tidak langsung
a.Tidak menggunakan sisir, topi, jilbab, dan bantal atau benda-benda yang bisa menjadi tempat penularan kutu kepala secara bersamaan.
b.Mencuci dan menjemur pakaian, perlengkapan tempat tidur, karpet dan barang barang lain yang bisa menjadi tempat penularan kutu.
c.Menyapu dan membersihkan rumah dan perabotan.
d.Menjaga kebersihan diri dan lingkungan. (Yaiza)

