Jakarta, GPriority.co.id – Lonjakan aktivitas mudik saat Ramadan berpotensi memicu kambuhnya gangguan pencernaan, terutama Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterologi Hepatologi dari Universitas Indonesia, Hasan Maulahela, mengingatkan pemudik untuk memahami langkah cepat mengatasi gejala saat perjalanan, khususnya bagi yang tetap menjalani puasa.
“Ketika merasakan gejala GERD tetapi Anda masih berada dalam perjalanan dan kondisi berpuasa, lakukan langkah berikut untuk meredakan gejala,” ujar Hasan dikutip Antara, Rabu (18/3).
Ia menjelaskan, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah melonggarkan pakaian, terutama bagian perut seperti ikat pinggang. Tekanan berlebih di area tersebut dapat memperparah naiknya asam lambung ke kerongkongan.
Selanjutnya, pemudik disarankan menjaga posisi tubuh tetap tegak. Hindari duduk membungkuk atau meringkuk karena dapat memperburuk kondisi. Posisi bersandar dengan kepala lebih tinggi dari perut dinilai efektif membantu menahan asam lambung tetap berada di lambung.
Selain itu, teknik pernapasan juga dapat membantu meredakan gejala. Tarik napas perlahan melalui hidung dan hembuskan lewat mulut untuk membantu merilekskan otot saluran cerna sekaligus mengurangi rasa panik.
“Jika kondisi tidak mereda dan gejala berat muncul seperti nyeri ulu hati hebat, muntah, atau sesak napas, segerakan berbuka dengan air hangat dan konsumsi obat jika perlu,” kata Hasan.
GERD sendiri merupakan kondisi naiknya asam lambung ke kerongkongan yang menyebabkan iritasi. Gejalanya antara lain rasa pahit di mulut, sensasi terbakar di dada, mual, hingga gangguan pernapasan.
Dalam perjalanan mudik, kondisi ini dapat dipicu oleh pola makan yang tidak teratur, konsumsi makanan pedas, berlemak, atau minuman berkafein, serta duduk terlalu lama. Faktor stres dan kelelahan juga turut berkontribusi.
Hasan menyarankan agar penderita GERD tetap menjalani sahur dengan asupan karbohidrat kompleks dan serat tinggi. Ia juga mengingatkan untuk tidak makan terburu-buru serta menghindari porsi besar saat berbuka.
Selain itu, penting memberi jeda minimal tiga jam sebelum tidur setelah makan, serta rutin beristirahat di rest area untuk mengurangi kelelahan selama perjalanan.
