Begini Cara Mengatasi Anak Kecanduan Internet

Wajo,Gpriority-Di era pandemi Covid-19, anak-anak diwajibkan untuk belajar online, namun sayangnya bukannya belajar mereka malah bermain game. Hal inilah yang menjadi pembahasan utama di dalam Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo yang dilaksanakan secara virtual pada 31 Agustus 2021 di Wajo, Sulawesi Selatan.

Program yang dipandu oleh Shinta Ardan selaku moderator ini dihadiri oleh 902 peserta dan menghadirkan empat narasumber, yang terdiri dari Mario Antonius Birowo selaku Dosen Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan anggota Japelidi, Siti Zamzam Al-Munawarah selaku Ibu Rumah Tangga dan Beauty Entrepreneur, Indry Wijaya selaku Public Speaking Trainer dan Co-Founder Kelas Bebas Bicara, serta Zilqiah Angraini selaku narablog dan kreator konten. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dibuka dengan sambutan penuh semangat dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengenai pentingnya literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” tutur Presiden.

Pemateri pertama adalah Mario Antonius Birowo dengan tema “Mesin Pencari”. Dalam sesinya, selain memberikan cara untuk menggunakan mesin pencari di internet, Mario juga menghimbau orangtua agar mengajarkan cara membentuk kepribadian di dunia digital yang bermanfaat untuk kehidupan pribadi dan profesional di masa depan kepada anak-anak yang berusia remaja.

Sesi dilanjutkan oleh Zilqiah Angraini yang membawakan tema “Berpikir Bijak Sebelum Mengunduh dari Internet”. Zilqiah membagikan beberapa cara untuk mengetahui apakah konten yang kita unduh berisi konten negatif atau berbahaya, salah satunya dengan melihat izin aplikasi, komentar aplikasi, serta penjelasan dari aplikasi tersebut.

Indry Wijaya selaku pemateri ketiga membawakan tema “Mengelola Budaya Digital yang Produktif”. Menurut Indry, terdapat berbagai aktivitas produktif yang dapat dilakukan di internet, di antaranya berselancar pada situs berbasis ilmu pengetahuan, bergabung di komunitas atau forum yang bermanfaat untuk kehidupan dan karir, serta mencari referensi peluang bisnis.

Sesi pemberian materi diakhiri oleh Siti Zamzam Al-Munawarah yang membawakan tema “Peran Orangtua dalam Pendidikan Internet Aman dan Sehat untuk Anak”. Siti mengatakan bahwa anak yang kecanduan internet dapat diatasi, pertama dengan mengenali perilaku/tanda saat anak mulai kecanduan internet, lalu orangtua dapat membuat aturan tertulis mengenai batas waktu penggunaan dan konsekuensi jika melanggar aturan tersebut. Penting pula agar orangtua memberikan kegiatan alternatif pada anak selain internet.

Selanjutnya, moderator melanjutkan acara dengan sesi tanya jawab yang ditanggapi secara antusias oleh para peserta. Terdapat hadiah berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 yang diberikan oleh panitia kepada 10 penanya yang beruntung. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta.

Salah satu peserta, Daniel, bertanya tentang aspek apa yang perlu diperhatikan sebelum mengunduh suatu aplikasi. Menurut Zilqiah, penting bagi pengguna untuk memasang sistem antivirus yang dapat berguna untuk menyaring konten-konten berbahaya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(Hs.Foto.dok.DyandraPromosindo)

Related posts