Belajar Melepaskan Makhluk Hidup Melalui Tradisi Fang Sheng

Fang Sheng berasal dari bahasa Mandarin, dimana Fang berarti melepas dan Sheng berarti makhuk hidup. Merupakan tradisi melepas binatang ke alam bebas sesuai dengan habitatnya masing-masing. Tradisi Fang Sheng sangat erat dengan ajaran agama Budha Mahayana Tiongkok. Ada makna tersirat di balik ritual melepas makhluk hidup ini. Ritual ini dipercaya memiliki pengaruh bagi kehidupan dan keberuntungan.

Biasanya, warga keturunan Tionghoa melepaskan hewan seperti penyu, kura-kura, ikan, burung, atau hewan lainnya. Penyu yang berumur panjang dipercaya sebagai suatu permohonan kepada Tuhan agar diberikan umur yang panjang. 

Kebiasaan untuk melakukan tradisi Fang Sheng dapat terlihat pada hari-hari tertentu seperti Tahun Baru Imlek, Cheng Beng, Gui Yue (Cit Gwee), atau saat ritual menolak bala.

Menurut Huang Mei Ay, pengurus utama Vihara Bodhisatvva Pangkalpinang, Bangka Belitung, Tradisi Fang Sheng dapat membantu melestarikan hewan-hewan yang hampir punah. 

“Tradisi Fang Sheng sudah berumur ribuan tahun dan memang mengajarkan manusia untuk saling mencintai sesama makhluk hidup,” ujarnya.

Di dalam Kitab Tao, lanjutnya, tertulis bahwa tradisi Fang Sheng memiliki prinsip yang welas asih. Bahwa semua makhluk hidup berasal dari satu sumber yang sama, yakni Tao. Oleh sebab itu, Fang Sheng merupakan cara untuk saling berbagi cinta kasih di antara makhluk hidup lainnya.

“Dengan melakukan Tradisi Fang Sheng dipercaya dapat membawa karma baik. Seperti umur yang panjang, rejeki lancar, kesehatan, dan lainnya. Karena setiap makhluk hidup berhak untuk hidup bebas tanpa kungkungan,” tandasnya. (VIA)

Related posts