Belajar Menyayangi Lingkungan dari Suku Boti

Suku Boti merupakan salah satu suku yang masih tersisa di Kawasan Pegunungan pada Kecamatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Terletak sekitar 30 km dari So’e, ibu kota Kabupaten Timor Tengah Selatan, dengan bahasa daerahnya Dawan.

Suku Boti termasuk ke dalam suku yang tersisa yang merupakan pewaris tradisi Suku Atoni Metu, suku asli Pulau Timor. Keturunan langsung dari rakyat Kerajaan Boti di Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Hingga hari ini, Suku Boti masih memegang erat tradisi leluhur mereka dan hidup secara bersahaja.

Falsafah hidup yang patut diteladani dari Suku Boti adalah warga suku ini sangat mencintai alam, mereka menganut bahwa ‘Manusia akan selamat dan sejahtera bila merawat dan melestarikan lingkungan hidup’.

Maka dari itu, Suku Boti senantiasa menjaga alam sekitarnya melalui beberapa peraturan adat, misalnya larangan membuang sampah sembarangan, larangan berburu hewan di perkampungan, dan larangan menebang pohon kecuali dalam situasi terdesak.

Adapun seni kriya di Suku Boti yaitu ada Kain Tenun Boti, kain ini menggunakan bahan-bahan alami seperti buah dan akar-akaran. Pewarna alami yang digunakan membuktikan prinsip mereka yaitu ‘Alam telah menyediakan segala sesuatu’.

Kemudian rumah adat asli Suku Boti adalah Ume Kbubu dan Lapo. Ume Kbubu merupakan bangunan yang digunakan sebagai dapur sekaligus tempat peristirahatan Ratu Boti dan anggota keluarga lainnya. Sedangkan Lapo adalah bangunan yang menyerupai ruang pertemuan dan berfungsi sebagai tempat peristirahatan Raja Boti. (Dw.foto.dok.Dispar TTS)

Related posts