Belanja Lewat Live Streaming Jadi Tren di China, Gunakan Ratusan Kamera!

Belanja Lewat Live Streaming Jadi Tren di China, Gunakan Ratusan Kamera! Belanja Lewat Live Streaming Jadi Tren di China, Gunakan Ratusan Kamera!

Jakarta, GPriority.co.id – Banyak orang mungkin sudah tahu jika transaksi belanja lewat live streaming saat ini kian ramai. Bahkan aktivitas tersebut menjadi tren di China, hingga para streamer di negara tersebut menggunakan ratusan kamera untuk memasarkan produknya.

Hingga saat ini, live streaming dinilai sebagai channel utama belanja yang bahkan telah menggeser kebiasaan belanja masyarakat dari membeli langsung, menjadi belanja lewat live.

Sebagai informasi, pola belanja live streaming telah berkembang di China sejak 2016 lalu. Bahkan China menjadi pelopor pola belanja ini, sebelum akhirnya banyak negara lain yang mengikuti jejaknya.

Menurut laporan, hingga saat ini sebanyak 46 persen dari pengguna internet di China mengaku sering menonton live streaming. Menurut CINDA Securities pada akhir 2022 pasar dari fitur live streaming bisa mencapai USD 42,3 miliar atau setara dengan Rp 696,08 triliun.

Hal ini didukung berdasarkan data dari Statista, yang mengungkapkan jika 75 persen orang di China mengaku pernah menonton live streaming hampir setiap minggunya.

Berbekal dari hal tersebut, kemudian para influencer di China memanfaatkan kesempatan tersebut rutin melakukan live streaming di pinggir jalan. Dari satu orang, kemudian menjamur menjadi puluhan bahkan ratusan orang.

Selain berjualan, mereka juga bernyanyi bahkan berjoget untuk mendapatkan pundi-pundi koin dari live streaming mereka.

Raup Untung Hingga Rp 47,71 Triliun Sekali Live

Dengan pesatnya perkembangan live streaming di China, bahkan salah satu influencer bernama Li Jiaqi, mengaku meraup untung hingga USD 2,9 miliar atau setara dengan Rp 47,71 triliun dalam sekali live streaming.

Pola belanja live streaming kemudian mulai diadaptasi oleh e-commerce dari Amerika Serikat, Amazon, pada tahun 2019 lalu. Namun sayang, Amazon tidak bisa mengejar pesatnya perkembangan live streaming di China.

Sementara di Indonesia, perkembangan live streaming juga semakin pesat. Dapat dilihat dari data yang dirilis oleh GoodStats, sebanyak 48,7 persen masyarakat Indonesia dengan rentang usia 18-50 tahun, mengakui jika lebih banyak menghabiskan waktu dapat belanja melalui live shopping sebanyak beberapa kali dalam sebulan.

Editor: Novita Intan

Foto : Dok. Global Times