BSSN Ungkap Kebocoran Data 2023 Paling Banyak Terjadi pada Administrasi Pemerintahan

Bali, GPriority.co.id – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengungkap sebuah data yang menunjukkan jika di tahun 2023, kebocoran data paling banyak terjadi pada administrasi pemerintahan.

Hal ini diungkap Ahli Madya pada Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Pusat Donny Harso, Sandiman pada seminar Forum Smart City 2024 di Bali, Selasa (25/6).

“Di tahun 2023, ini ada indikasi 103 kebocoran data dimana yang paling banyak terdampak adalah administrasi pemerintahan. Jumlahnya ada sekitar 69 persen,” lapornya.

Untuk mengatasi hal tersebut, BSSN melalukan 3 aspek perkuatan pada aspek proses, people, dan technology.

Selain itu juga telah dibentuk tim CSIRT yang merupakan organisasi atau tim yang bertanggung jawab untuk menerima, meninjau, dan menanggapi laporan dan aktivitas insiden keamanan siber.

“Fungsi CSIRT ini yaitu memberikan layanan reaktif, memberikan layanan proaktif, dan memberikan layanan peningkatan kualitas keamanan,” jelas Donny.

Kemudian, menurut Donny, ada 4 langkah strategis yang bisa dilakukan oleh organisasi pemerintahan untuk memperkuat sistem keamanan siber.

“Seperti membangun komunikasi yang baik, melakukan evaluasi terhadap desain organisasi saat ini, membangun budaya organisasi, dan menutup Gap SDM organisasi,” tuturnya.

Foto : Nindya Farhah Azzahrah / GPriority