Bupati Kukar Tekankan Komitmen Penurunan Stunting

Jakarta, GPriority.co.id – Pj Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, bersama Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, mencanangkan program Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Provinsi Kalimantan Timur. Acara ini berlangsung pada Rabu (12/6) di Posyandu Angsoka Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kukar.

Bupati Kukar, Edi Damansyah, menekankan pentingnya komitmen dan kolaborasi dalam upaya penurunan angka stunting di wilayahnya.

“Penanganan stunting yang dicanangkan hari ini jangan sampai hanya sekedar seremonial tetapi semuanya harus bergerak,” tegas Edi dalam keterangannya dilansir pada Kamis (13/6).

Edi menjelaskan bahwa Pemkab Kutai Kartanegara terus berkomitmen dalam upaya penurunan angka stunting melalui berbagai program strategis dan intervensi. Dia berharap bahwa langkah-langkah ini tidak hanya formalitas tetapi benar-benar diimplementasikan dengan baik di lapangan.

Dalam acara tersebut, diserahkan program Go Bas yang merupakan CSR dari PT MHU untuk penanganan stunting kepada 20 anak asuh dengan total bantuan sebesar 36 juta rupiah. Bantuan tersebut diserahkan kepada Kepala Dinas PMD Kabupaten Kutai, Arianto. Selain itu, CSR dari PT Anugerah Bara Kaltim dan mitra kerja sebesar 10 juta rupiah juga diserahkan kepada Kecamatan Loa Janan.

Bupati Edi, bersama Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik, juga menyerahkan piagam penghargaan kepada beberapa posyandu yang berhasil mencapai D/S 100% dalam kegiatan Bulan Intervensi Stunting secara serentak di wilayah kerja Puskesmas Loa Janan. Posyandu yang menerima penghargaan antara lain Posyandu Menur 027, Posyandu Menur 028, Posyandu Menur 029, Posyandu Baiturrahman, Posyandu Sari Mulya, Posyandu Melati, Posyandu Mawar, Posyandu Warga Tunggal, dan Posyandu Kenanga.

Selain itu, dilakukan pelepasan balon sebagai tanda pencanangan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Provinsi Kalimantan Timur. Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik, juga menandatangani prasasti peresmian Posyandu Angsoka di Kecamatan Loa Janan.

Edi juga menyoroti pentingnya data yang akurat untuk pengetesan stunting. “Jangan sampai tim di lapangan bekerja tanpa menggunakan data dan waktunya habis hanya untuk mencari,” ujar Edi.

Ia memastikan bahwa dengan beberapa inovasi pada program kerja penurunan stunting, diperlukan kolaborasi agar pada tahun 2024 angka stunting di Kutai Kartanegara dapat kembali turun hingga mencapai zero stunting.

“Pencanangan Pengukuran dan Intervensi ini merupakan bagian dari upaya penanganan stunting untuk memastikan setiap anak di Kutai Kartanegara mendapatkan pengukuran status gizi yang akurat dan mendapatkan intervensi gizi yang diperlukan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dan berbagai pihak terkait,” jelasnya.

Edi juga menegaskan perlunya kolaborasi, komitmen, dan kerja keras dalam menurunkan angka stunting di Kutai Kartanegara.

“Dengan langkah-langkah konkret dan berkelanjutan untuk dapat mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif, serta berkontribusi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, maka perlu kolaborasi berbagai pihak termasuk pemerintah provinsi dan juga dunia usaha,” tegasnya.

Foto: KukarPaper