Cara Menerapkan Perilaku JOMO, Hidup Bebas Tanpa Rasa Takut dan Cemas Tertinggal

Jakarta,GPriority.co.id – Joy of Missing Out atau JOMO merupakan istilah untuk menggambarkan seseorang yang telah merasa puas dan cukup dengan hidupnya dan melewati sesuatu yang sedang digemari banyak orang.

JOMO didefinisikan sebagai perasaan kepuasan diri seseorang yang hidupnya merasa bebas dan lebih fokus pada hal-hal yang mereka senangi. Kaum JOMO senantiasa lebih tenang menjalani hidup tanpa rasa takut melewatkan kesenangan tertentu.

JOMO adalah kebalikan dari FOMO (Fear of Missing Out) yang diartikan sebagai rasa takut atau tertinggal karena tidak mengikuti aktivitas atau kesenangan tertentu. Sebuah perasaan cemas akan timbul di dalam diri seseorang ketika melewatkan sesuatu yang baru.

Pada praktiknya, kaum JOMO hanya ingin bebas tanpa rasa takut ketinggalan sesuatu yang sedang terjadi. Hal ini dimaksudkan untuk melatih seseorang dalam mengendalikan obsesinya, terutama pada penggunaan media sosial.

Media sosial diketahui dapat memberikan pengaruh yang besar pada kehidupan seseorang. Salah satu sisi negatifnya adalah gangguan kesehatan mental pada penggunanya.

Maka dari itu, tujuan besar dari kaum JOMO adalah menikmati hidup sebebasnya tanpa terpaku dengan apa yang ada di media sosial. Dengan begitu, seseorang mungkin akan mengurangi penggunaan media sosial demi hidupnya sendiri.

Cara menerapkan perilaku kaum JOMO:

1. Buat perencanaan kegiatan menyenangkan bersama teman atau keluarga. Hanya dengan jalan-jalan santai atau olahraga ringan bisa membantu kamu untuk hidup lebih santai.

2. Selain melakukan kegiatan bersama orang terdekat, kamu juga bisa memulai aktivitas sendiri untuk membantu mengalihkan perhatian dari pikiran tentang kehidupan orang lain. Salah satunya dengan bekerja dan memelihara hewan peliharaan.

3. Mute notifikasi pemberitahuan atau berita yang tidak penting dari ponsel. Hal ini bertujuan untuk menghindari tren yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial.

4. Berhenti mengikuti akun dari orang-orang yang dapat memicu perasaan negatif. Buat explore atau timeline kamu sesuai dengan kegemaran atau hal-hal yang bersifat informatif dan edukatif.

5. Ingatlah bahwa menerapkan hidup JOMO bukan berarti harus mengasingkan diri dari media sosial. Kamu hanya membatasi hal-hal yang dirasa tidak ada manfaatnya atau membebani pikiran. (Hn.)