Jakarta, GPriority.co.id – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengingatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar lebih teliti dalam mengecek bahan baku yang diterima dari pemasok.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi insiden gangguan pencernaan yang dialami puluhan siswa hingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
“Paling kritis yang utama itu, saat bahan baku datang, kemudian kalau mencuci itu termasuk yang bahaya, kalau mencucinya jadi satu,” katanya Nanik saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPPG Pondok Kelapa 2 pada Minggu (5/4) sebagaimana dikutip Antara.
Menurut Nanik, proses pencucian bahan makanan yang tidak dipisahkan berpotensi menjadi sumber kontaminasi bakteri.
Untuk itu, pengelolaan area cuci dan penyimpanan bahan harus dilakukan dengan standar ketat.
Disamping itu, Ia menegaskan pentingnya peran pengelola SPPG dalam melakukan seleksi ketat terhadap bahan baku sebelum digunakan. Setiap pengawas, kata dia, memiliki kewenangan untuk menolak bahan yang tidak memenuhi standar.
“Yang paling kritis adalah saat bahan baku datang karena kamu (kepala SPPG) harus memilah, ini benar atau tidak, seperti apa bahan bakunya?” paparnya.
Selain itu, Nanik meminta pihak mitra yayasan yang menaungi SPPG Pondok Kelapa 2 untuk bertanggung jawab atas insiden tersebut, termasuk menjenguk siswa yang terdampak.
“Anda juga harus benar menjalankan program Presiden. Pokoknya, saya minta ada 72 orang itu, Anda (mitra) datangi satu-satu dan minta maaf, janji sama saya ya, dipenuhi, kalau tidak dipenuhi, enggak akan saya buka (operasional SPPG),” ucap Nanik.
Kasus ini menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menuntut standar keamanan pangan tinggi demi melindungi kesehatan penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah.
