Jakarta, GPriority.co.id – Bagi anda seorang muslim dan muslimah yang sering mengikuti kajian, mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama Ustadzah Qotrunnada Syathiry.
Nama Ustadzah Qotrunnada Syathiry semakin dikenal publik, usai dirinya sering tampil di acara ‘Islam Itu Indah’ yang tayang setiap pagi di Trans TV.
Namun dibalik kesuksesannya saat ini, ternyata Ustadzah Qotrunnada selalu berpegang teguh akan ridho dari kedua orang tuanya.
Sebagai informasi, Ustadzah Qotrunnada Syathiry merupakan anak ke-6 dari Ustadzah Suryani Thahir yang merupakan pendiri Majlis Taklim Attahiriyah (MTKIA).
Menilik kembali saat masa perkuliahannya, Ustadzah Qotrunnada yang melanjutkan pendidikan di Suriah, Damaskus tersebut ternyata awalnya tak ingin berkuliah di luar negeri.

“Orang tua saya keduanya hidup di bidang pendidikan. Awalnya saya menjalankan kehidupan sekolah di luar negeri. Tapi karena saya mencoba menjalankan apa yang dipilihkan orang tua, maka itu yang terbaik,” ungkapnya pada acara Kajian Muslimah Balaikota, Jumat (3/1).
Menurutnya, kedua orang tuanya telah makan asam garam kehidupan. Sehingga ia sebagai anak hanya mencoba menjalankan apa yang diinginkan kedua orang tuanya, walaupun sempat merasakan penolakan di hatinya.
“Saya sekolah itu nggak pernah di Jakarta. Saya SD di Al-Azhar pusat, SMP-SMA boarding school pesantren di Sukabumi. Inginnya saya karena SMP-SMA sudah di luar, maka inginnya melanjutkan di Jakarta dekat sama orang tua. Namun orang tua bilang jangan sekolah disini, sekolah yang jauhan,” kenangnya.
Berbekal ridho orang tuanya, pada 1996, dirinya pun berangkat ke Suriah dan kembali ke Indonesia pada akhir tahun 1999.
Sampai di Indonesia, Ustadzah Qotrunnada kemudian langsung terjun ke Yayasan yang dimiliki orang tuanya. Ia bahkan tak pernah berfikir akan menjadi seorang pendakwah seperti saat ini.
“Kehidupan mengalir aja. Tapi yang menjadi landasan saya adalah orang tua menjadi nomor 1. Apa yang terkadang tidak kami suka tapi beliau menginginkannya, kami menjalankan dengan suka hati. Karena saya yakin ridho Allah ada pada ridho orang tua,” tuturnya.
Berasal Dari Keluarga Betawi yang Keras
Ustadzah Qotrunnada juga mengatakan, orang tua memiliki feeling yang tidak dimengerti oleh anak-anaknya.
Oleh karenanya, ia menjalankan apa yang orang tuanya inginkan. Beruntung, kedua orang tuanya tetap menerapkan diskusi.
“Tapi alhamdulillahnya orang tua saya itu mencoba untuk membuka komunikasi. Zaman sekarang itu yang memang penting. Kalau dulu kebanyakan mungkin semi komunikasi. 30 persen diskusi, 70 persen tetap pilihan orang tua. Apalagi saya berasal dari keluarga Betawi yang strict,” katanya.

Ustadzah Qotrunnada Syathiry pun mengatakan jika orang tua menginginkan sesuatu dan dijalankan oleh anaknya dengan penuh suka cita, maka Allah akan membukakan 70 jalur kebaikan.
“Kebaikan ini bisa melalui karier, rezeki, dan lain sebagainya. Walaupun ketika dijalani ada sedih, tangisan, trauma, tetapi itu cara Allah untuk membuat hati kita menjadi lebih kuat,” katanya lebih lanjut.
Foto : Tangkapan Layar/YouTube MFBalaikota
