Jakarta, GPriority.co.id – Melawan kebijakan impor AS yang dinilai bertarif tinggi, kini China, Jepang, dan Korea Selatan yang sebelumnya tak pernah akur, dilaporkan bersatu.
China, Jepang, dan Korsel dikabarkan sepakat untuk bersama-sama menghadapi kebijakan tarif tinggi yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump. Kesepakatan tersebut muncul usai ketiganya mengadakan dialog ekonomi pertama dalam lima tahun.
Dalam dialog ekonomi tersebut, ketiga negara ini membahas penguatan kerja sama rantai pasokan dan perdagangan regional. Baik China, Jepang, maupun Korsel juga menunjukkan minat saling memperkuat ekspor-impor semikonduktor, serta mempercepat pembicaraan soal perjanjian perdagangan bebas trilateral.
Kendati demikian, juru bicara Kementerian Perdagangan Korea Selatan menyatakan jika laporan mengenai kesepakatan melawan tarif AS mungkin terlalu dilebih-lebihkan.
Dalam pertemuan tersebut, ditekankan pentingnya kerja sama ekonomi dan pemahaman bersama dalam menghadapi tantangan perdagangan global. Diketahui, meski sering berbeda pendapat dalam isu-isu geopolitik seperti sengketa wilayah dan isu limbah nuklir Fukushima, ketiga negara tetap menjadi mitra dagang utama dari Amerika Serikat.
Trump: Negara Asia Timur Perlu Cari Strategi Bersama
Sebelumnya, Donald Trump mengumumkan tarif baru pada 2 April dan menyebutnya sebagai ‘hari pembebasan’. Trump juga menekan jika negara-negara Asia Timur perlu mencari strategi bersama dalam menjaga stabilitas ekonomi regional.
“Pada 2 April 2025 akan selamanya dikenang sebagai hari ketika industri Amerika terlahir kembali, hari ketika takdir Amerika direbut kembali, dan hari ketika kami mulai membuat Amerika kaya lagi,” ujar Presiden Donald Trump.
Foto : Dok. Nikkei Asia
