Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah China melalui Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dengan tegas menentang ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif tambahan sebesar 50 persen impor China.
Donald Trump disebut kembali menaikkan tarif impor kepada China, usai negara tersebut mengumumkan tarif balasan sebesar 34 persen pada barang-barang impor AS.
Pemerintah China mengutuk tindakan tersebut sebagai tindakan sepihak dan proteksionis, dan berjanji ‘berjuang sampai akhir’ dalam mempertahankan kedaulatan dan kepentingan ekonominya, seperti dilansir dari AFP News.
Dalam jumpa pers di bulan Maret lalu, Lin menekankan jika AS bersikeras untuk meluncurkan tarif atau perang dagang, China tak segan-segan akan menanggapi dengan kekuatan yang sama, dilansir dari The Guardian.
Ketegangan yang meningkat ini telah mengguncang pasar global, meningkatkan kekhawatiran akan inflasi dan gangguan yang lebih luas pada perdagangan global.
Tindakan Trump Langgar Aturan Perdagangan Internasional
Sebelumnya pada Jumat (4/4) lalu, Pemerintah China secara resmi mengumumkan jika mereka akan mengenakan tarif sebesar 34 persen pada barang-barang impor AS.
Hal tersebut merupakan balasan atas kebijakan yang belum lama ini diberlakukan oleh Presiden Donald Trump pada impor China, sebagai bagian dari strategi tarif timbal balik. Tarif baru dari China akan mulai berlaku pada 10 April besok, seperti dikutip dari The Wall Street Journal.
Dalam sebuah pernyataan, media pemerintah China Xinhua mengkritik keputusan Washington, dengan mengatakan bahwa hal itu melanggar aturan perdagangan internasional dan dapat merugikan ekonomi China, serta ekonomi global dan rantai pasokan.
Sementara, Kementerian Perdagangan China juga telah mengajukan keluhan resmi kepada Organisasi Perdagangan Dunia, dengan alasan bahwa kebijakan tarif AS melanggar aturan WTO, merusak hak-hak negara-negara anggotanya, serta merusak sistem perdagangan global berbasis aturan.
Editor: Novita Intan
Foto : Getty Images

One thought on “China Kecam Donald Trump Usai Naikkan Tarif Impor 50 Persen”
Comments are closed.