Kian Memanas, Ini Dampak Perang Tarif China-AS Untuk Indonesia

Kian Memanas, Ini Dampak Perang Tarif China-AS Untuk Indonesia Kian Memanas, Ini Dampak Perang Tarif China-AS Untuk Indonesia

Jakarta, GPriority.co.id – Perang tarif China-AS (Amerika Serikat) semakin memanas. Kedua negara saling menaikkan tarif, hingga kini China mengenakan tarif 84 % khusus barang-barang impor AS.

Pemerintah China telah menyatakan ke Organisasi Perdagangan Dunia jika kebijakan tarif AS memperburuk situasi dan menyatakan penolakan keras terhadap tindakan tersebut.

Meski terjadi gejolak pasar, Presiden Trump menepis kekhawatiran dan mengirimkan sinyal yang beragam dengan menyatakan bahwa tarif tersebut bersifat ‘permanen’. Trump juga mengklaim bahwa tarif tersebut merupakan alat yang efektif untuk menekan para pemimpin negara lain agar bernegosiasi.

Lalu, apa dampak langsung perang tarif China-AS untuk Indonesia?

Dilansir dari berbagai sumber, dampak langsung yang akan dirasakan Indonesia adalah penurunan nilai ekspor dan produksi barang yang berbasis ekspor misalnya saja seperti produk sepatu, pakaian, dan asesoris yang banyak ekspor ke AS.

Karena harga meningkat, maka otomatis akan mengalami penurunan permintaan. Selain itu, pabrik-pabrik juga akan mencoba melakuakan efisiensi, termasuk pemotongan gaji hingga PHK massal. Akibat yang paling dikhawatirkan yaitu tingkat pengangguran dan kemiskinan juga akan meningkat.

Terlebih lagi apabila tidak ada stimulus dan kebijakan fiskal yang tepat dari pemerintah Indonesia, walaupun sempat menjanjikan 19 juta lapangan pekerjaan baru. Hal ini juga akan memperparah kondisi perekonomian di Tanah Air, harga barang naik, rupiah makin melemah, hingga bisa menyebabkan negara diambang krisis ekonomi.

Perdagangan Internasional Bakal Kacau Balau?

Sementara jika dilihat dari sisi kacamata perdagangan internasional, hal ini akan berpengaruh terhadap habbit dari perdagangan internasional. Dimana negara yang ketergantungan akan semakin terhimpit dan dapat mengubah situasi ekonomi secara masif.

Hal ini juga dapat melanggar aturan perdagangan internasional dan dapat merugikan ekonomi negara-negara yang terdampak, begitupun dengan ekonomi global dan rantai pasokan.

Kementerian Perdagangan China pun menyatakan jika kebijakan tarif AS melanggar aturan WTO, dapat merusak hak-hak negara-negara anggotanya, serta merusak sistem perdagangan global berbasis aturan.

Editor: Novita Intan

Foto : Ilustrasi/Nikkei Asia