Pati, GPriority.co.id – Bupati Pati, Sudewo, resmi batal dimakzulkan. Keputusan ini disampaikan oleh DPRD Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada Jumat (31/10) lalu, sebagaimana dilansir dari laporan ANTARA.
DPRD Kabupaten Pati Sepakat memberi rekomendasi perbaikan kinerja kepada Bupati Sudewo usai melaksanakan agenda rapat paripurna penyampaian hasil panitia khusus (pansus) hak angket.
Laporan menyebut, dari 49 anggota dewan yang hadir, 36 suara dari enam fraksi mendukung opsi rekomendasi. Jumlah tersebut mengalahkan usulan pemakzulan yang sebelumnya diajukan oleh Fraksi PDI-Perjuangan. Menurut Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, keputusan tersebut sah secara hukum. Ia juga menolak tudingan yang menyebut adanya rekayasa politik.
Selanjutnya, DPRD Kabupaten Pati memberikan rekomendasi yang akan disampaikan kepada bupati dengan tembusan kepada Gubernur Jawa Tengah serta Menteri Dalam Negeri.
Lebih lanjut, Pansus Hak Angket DPRD Pati dalam laporannya mengungkap 12 poin evaluasi terhadap kebijakan Bupati Sudewo. Mulai dari kenaikan pajak bumi serta bangunan, layanan publik, mutasi ASN, pemecatan pegawai RSUD, hingga adanya dugaan pelanggaran sumpah jabatan serta pengelolaan Baznas yang dinilai tidak netral.
Usai hasil sidang diputuskan bahwa Bupati Sudewo hanya diminta memperbaiki kinerja, ribuan massa di luar gedung DPRD Kabupaten Pati tetap menggelar aksi demonstrasi untuk menuntut pemakzulan. Pihak DPRD pun berjanji akan terus mengawasi langkah perbaikan Bupati Sudewo lewat fungsi pengawasan, anggaran, serta legislasi.
Sebagai pengingat kembali, pada Rabu (13/8) lalu, Sudewo di demo warga Pati setelah mengeluarkan kebijakan kenaikan tarif PBB-P2 hingga 250 persen. Aksi tersebut digelar di pendopo bupati. Warga menilai, Sudewo memiliki sikap arogan karena menantang warga untuk melakukan demo.
“Siapa yang akan menolak? Yayak Gundul? Silakan lakukan, jangan hanya 5.000 orang, 50.000 orang pun suruh kerahkan, saya tidak akan gentar. Saya tidak akan mengubah keputusan itu, tetap maju,” ujar Sudewo dalam sebuah video yang beredar di media sosial.
Setelah itu, aksi demo semakin tak terkendali usai Sudewo dilempari dilempari sandal, botol, dan gelas air mineral oleh para demonstran.
Sudewo hanya muncul selama 20 detik sebelum akhirnya dilindungi menggunakan tameng huru-hara milik polisi. Bahkan, ia harus menggunakan mobil rantis kepolisian untuk memberikan pernyataan resminya.
