Morotai, GPriority.co.id – Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Pulau Morotai dari Fraksi PKS, Darmin Wairo, mengungkapkan bahwa Morotai mengalami pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat sebesar Rp140 miliar.
Menurutnya, kebijakan ini sangat berdampak terhadap keuangan daerah yang selama ini masih bergantung pada dana pusat.
“Kita Morotai cukup besar, sekitar Rp140 miliar dana transfer yang dipotong oleh Pemerintah Pusat. Pemangkasan ini sangat berpengaruh. Karena kita Morotai itu sangat bergantung pada dana transfer pusat. Kalau PAD kita itu sangat kecil. Kemarin cuma sekitar Rp14 miliar, padahal targetnya 26 miliar,” kata Darmin kepada GPriority, Senin (3/11).
Darmin menjelaskan, selama ini dana transfer dari pusat ke Morotai mencapai sekitar Rp400 miliar per tahun, dan pemotongan tersebut membuat pemerintah daerah harus mencari strategi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Secara kelembagaan, kita sudah sepakat untuk mendorong peningkatan PAD. Salah satunya melalui penerapan tarif air PDAM yang selama ini gratis, serta optimalisasi retribusi pasar dan sektor lain,” jelasnya.
Ia menambahkan, DPRD juga sempat membahas rencana penarikan retribusi terhadap komoditas kopra, namun hal itu masih dikaji karena dikhawatirkan akan memberatkan petani.
“Cuma kita berpikir kalau kopra dipatok retribusi, pasti yang korban adalah petani. Karena pasti pengusaha akan potong di petani dan pengusaha tetap aman, tapi petani yang korban. Makanya kita berpikir disitu. Untuk jadi pertimbangannya itu,” ucapnya.
Lebih lanjut, Darmin menilai bahwa pariwisata seharusnya bisa menjadi sektor andalan untuk meningkatkan PAD Morotai, namun pengelolaannya masih lemah dan belum didukung infrastruktur yang memadai.
“Pariwisata di Morotai bagus. Cuma kan sirkulasi transportasi itu juga harus jadi penunjang. Makanya Morotai menjadi tantangan terbesar disitu, fasilitas pariwisata itu masih kurang mendukung dan lain-lain. Masih banyak kekurangan di Morotai,” jelas Darmin.
“Yang kedua memang kadis pariwisata juga harus diduduki oleh orang-orang, yang memiliki kemampuan dalam mengelola pariwisata. Karena kita punya pendapatan dari segi pariwisata, tidak ada sebenarnya. Jadi orang luar cuma tahu kita punya pariwisata bagus dan lain-lain. Cuma kan tidak mampu mengelola dengan baik,” tambahnya.
Menurut Darmin, potensi utama Morotai terletak pada tiga sektor strategis, yakni perikanan, pertanian, dan pariwisata. Ketiganya dinilai dapat menjadi pilar utama untuk mendorong kemandirian ekonomi daerah.
“Makanya kemarin kita sempat dorong kalau bisa Morotai punya potensi hanya tiga lah, yakni perikanan, pertanian dan pariwisata. Itu saja yang menjadi sumber pendapatan kita. Sedangkan Pariwisata tidak mampu mendulang PAD yang cukup maksimal,” pungkasnya.
