Jakarta, GPriority.co.id – Beberapa waktu lalu, publik dihebohkan dengan kelangkaan stok BBM di SPBU Swasta akibat keterbatasan pasokan impor. Namun kini, SPBU Swasta dilaporkan siap beroperasi full usai mendapat pasokan dari Pertamina.
Sebagaimana dilansir dari laporan ANTARA pada Rabu (26/11), sejumlah operator SPBU swasta akan kembali menjual bensin karena adanya skema pembelian base fuel dari Pertamina Patra Niaga.
Walaupun beberapa operator masih harus menuntaskan proses negosiasi, namun operator lainnya kini telah beroperasi kembali. Seperti PT Vivo Energi Indonesia (Vivo) misalnya. SPBU Swasta tersebut kembali menjual BBM jenis Revvo 92 setelah mendapat pasokan base fuel dari Pertamina dengan volume 100.000 barel, kemudian diolah menjadi produk bensin yang setara RON 92.
Vivo juga telah menurunkan harga BBM Revvo 92 dari harga awal Rp12.890 (per Oktober 2025), menjadi Rp12.680 per liternya.
Dibalik hal ini, Vivo dan pihak Pertamina sebelumnya telah melakukan berbagai tahapan hingga menghasilkan keputusan bersama. Mulai dari pelaksanaan tender penyuplai yang dilakukan dengan aspek good corporate governance atau GCG, konfirmasi berulang dengan pihak Vivo, pelaksaan joint surveyor, mekanisme open book untuk negosiasi aspek komersial, hingga proses bongkar kargo BBM. Kini, komoditas BBM yang dipasok ke Vivo telah dipastikan memenuhi seluruh persyaratan yang diminta oleh Vivo.
Hal serupa juga terjadi pada BP-AKR yang telah membeli 100.000 barel base fuel dari Pertamina guna memulihkan ketersediaan BBM di SPBU-nya. Saat ini, produk BP 92 (RON 92) telah kembali tersedia pada sejumlah SPBU di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat, sebelum nantinya menyusul ke wilayah lain.
Menurut pihak Manajemen BP-AKR, mereka akan tetap memprioritaskan mutu BBM sehingga setiap impor dan penyaluran base fuel dari Pertamina akan melalui proses verifikasi kualitas dengan pengawasan surveyor independen. Selain itu, kualitas BBM BP-AKR juga dipastikan sesuai standar BP Internasional dan pemerintah Indonesia.
Namun untuk SPBU Shell, kini mereka tengah berada pada tahap akhir negosiasi untuk pembelian base fuel dari Pertamina. Diperkirakan, paskona bensin Shell akan kembali tersedia pada akhir November 2025 mendatang.
Selama ini, proses negosiasi Shell dan Pertamina berjalan lambat karena beberapa faktor, diantaranya soal spesifikasi hingga kesesuaian harga jual.
