Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah membentuk Desk Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Adapun langkah ini untuk menanggulangi bencana kebakaran hutan di seluruh Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan menjelaskan tujuan dibentuknya desk itu ialah sebagai mitigasi bencana karhutla dari musim kemarau yang menyebabkan kekeringan. Kekeringan tersebut, berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan yang dapat merugikan negara.
“Tidak hanya berdampak terjadinya korban jiwa dan kerugian terhadap lingkungan, tetapi juga memiliki dampak geopolitik yang cukup signifikan karena dampak asapnya merambah sampai dengan lintas negara,” ujar Budi dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Kamis (13/3).
Budi menyebut, desk ini juga bertugas memetakan daerah rawan karhutla. Seperti di Gorontalo, kemudian di Riau, NTT, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kalbar, kemudian Kaltim, dan Papua Selata sehingga bisa memperkirakan kapan kebakaran lahan akan terjadi di wilayah-wilayah tersebut.
Disamping itu, Budi menjelaskan, menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim kemarau akan mulai terjadi pada April mendatang.
Hal ini membuat desk karhutla harus berjaga-jaga karena kebakaran hutan diperkirakan akan terjadi sejak April dan puncaknya pada Agustus.
Maka itu, Budi menuturkan desk Karhutla telah menyiapkan langkah-langkah penanggulangan agar kebakaran tersebut tidak terjadi.
Beberapa langkah tersebut antara lain melakukan deteksi dini, berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk proses penanggulangan dan evakuasi, penindakan hukum hingga mengedukasi masyarakat tentang Karhutla.
“Kita perkuat koordinasi seluruh lembaga agar lebih optimal begitu langkah-langkah yang dilakukan, semudah lebih efektif, targetnya adalah zero kebakaran hutan,” ujar dia.
Lebih lanjut, Budi berharap kasus kebakaran hutan di Indonesia selama 2025 bisa semakin menurun.
Editor: Novita Intan
Foto: GPriority/Dimas A Putra
