Sejumlah Kawasan Sentul Kena Segel, Penyebab Banjir Jabodetabek?

Jakarta, GPriority.co.id – Menko Pangan Zulkifli Hasan bersama Kementerian Lingkungan Hidup melakukan penyegelan terhadap sejumlah lokasi di kawasan Sentul Ciawi, Bogor pada Kamis (13/3). Diduga, lahan tersebut melakukan perusakan lingkungan juga disinyalir salah satu penyebab banjir di Jabodetabek beberapa waktu lalu.

Di proyek perumahan Gunung Geulis, misalnya. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menilai kawasan ini hulu Sungai Cikeas.

“Kalau datang banjir bandang Bekasi, Bogor habis di hulu gini dan semua itu sangat tergantung lingkungan dan itu tupoksi kami lingkungan, kehutanan di bawah Menko Pangan dan untuk menuju Indonesia maju semua aspek di benahi clean and clear governance mulai dari perizinan, tata ruang serta pengelolaan lingkungan,” kata Zulkifli Hasan dikutip, Kamis (13/3).

Lebih lanjut, Zulhas menilai akibat alih fungsinya lahan ini juga berdampak pada ketahanan pangan nasional, mengingat kawasan tersebut merupakan bagian dari daerah penyangga pangan nasional.

“Penegakan hukum lingkungan ini merupakan langkah nyata untuk memastikan keberlanjutan sektor pangan nasional. Penegakan hukum ini adalah bentuk komitmen kami untuk melindungi sumber daya alam bagi generasi mendatang,” tuturnya.

Dalam siaran pers Kemenko Pangan, tiga lokasi itu ialah, Gunung Geulis Country Club, Ciawi Bogor, Summarecon Bogor dan PT Bobobox Aset Management.

Beragam pelanggaran ditemukan, seperti Gunung Geulis Country Club, tidak memiliki Persetujuan Teknis TPS Limbah B3 dan terdapat tumpukan sampah di sekitar TPS. Summarecon Bogor, tidak memiliki sedimen trap, biopori, dan sumur resapan, yang menyebabkan sedimentasi di Sungai Ciangsana akibat kegiatan cut and fill dan PT Bobobox Aset Management, tidak sesuai dengan izin yang diberikan, di KSO kan tanpa mengubah fungsi tata ruang.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol mencatat ada perubahan fungsi sejak tahun 2022 dari 145 ribu hektar landscape Daerah Aliran Sungai di segmen Puncak terdapat 28 ribu hektar.

Dia menemukan area hijau di kawasan tersebut kini hanya 4.000 hektar yang seharusnya 30 persen dari 145 ribu hektar disediakan sebagai kawasan resapan.

“Penataan di kawasan hulu ini menjadi penting yang berubah menjadi perumahan, lapangan golf dan tambang pasir serta perubahan kontur dan fungsi resapan mengakibatkan banjir di sungai Cikeas, fakta di lapangan di temukan terjadi perubahan fungsi menjadi perumahan, tambang dan pertanian serta bisnis pariwisata,” ujar Hanif Faisol.

Seperti deketahui, beberapa waktu lalu Jabodetabek dilanda banjir. Adapun salah satu penyebabnya karena wilayah sepadan sungai yang semakin kecil yang dimulai dari wilayah dataran tinggi Bogor seperti Cisarua hingga Jakarta dan Bekasi.

Editor: Novita Intan

Foto: Dok.Kemenko Pangan