Di Tengah Karhutla Kalteng, Candaan Gubernur Agustiar Viral di Medsos

Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menjadi sorotan setelah melontarkan candaan saat membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)/Foto : Dok. MMC Kalteng Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menjadi sorotan setelah melontarkan candaan saat membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)/Foto : Dok. MMC Kalteng

Palangka Raya, GPriority.co.id – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menjadi sorotan setelah melontarkan candaan saat membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ucapannya, “Bersatu kita teguh, bercerai kita kawin lagi,” ramai beredar di media sosial ketika wilayah tersebut masih menghadapi kebakaran dan dampak kekeringan.

Pernyataan itu muncul saat Agustiar menjelaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Ia juga menyoroti faktor manusia sebagai penyebab utama kebakaran di Kalimantan Tengah.

“Karhutla pasti berdampak. Karhutla ini lebih banyak ulah manusianya. Hampir 97 persen itu akibat ulah manusia,” kata Agustiar, seperti dikutip Suara.com, Kamis (8/10).

Ia kemudian melontarkan seloroh yang memicu perhatian publik.

“Cara mengatasinya dengan melawan. Karena bersatu kita teguh, bercerai kita kawin lagi,” ujar Agustiar.

Video pernyataan Agustiar tersebut menyebar di media sosial dan memunculkan beragam tanggapan. Sebagian pengguna internet menanggapi ucapan itu sebagai candaan, sementara lainnya mempertanyakan kepantasannya karena disampaikan ketika masyarakat menghadapi ancaman kebakaran hutan, kabut asap, dan kekeringan.

Perbedaan respons tersebut memperlihatkan bagaimana pernyataan pejabat publik dapat menjadi perhatian luas, terutama ketika disampaikan dalam pembahasan mengenai bencana yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Meski menjadi sorotan, persoalan utama di Kalimantan Tengah tetap berkaitan dengan upaya pengendalian kebakaran, perlindungan warga, serta pencegahan meluasnya lahan terbakar.

Berdasarkan data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalimantan Tengah per 7 Oktober 2026, tercatat sebanyak 5.848 kejadian kebakaran dengan luas lahan terbakar mencapai lebih dari 17 ribu hektare.

Pemerintah daerah bersama unsur terkait mengerahkan 13.699 personel gabungan untuk mendukung pencegahan dan penanganan kebakaran. Selain itu, tercatat 47 langkah penegakan hukum terkait kasus karhutla.

Pemprov Kalteng juga membangun ratusan sumur bor. Gubernur Agustiar menjelaskan bahwa fasilitas tersebut memiliki dua fungsi, yakni mendukung pemadaman kebakaran dan menyediakan air bersih bagi masyarakat.

“Sumur bor yang kami bangun ini ada dua jenis, satu yang berfungsi khusus mendukung pemadaman karhutla dan kedua yang berfungsi mendukung pemadaman karhutla sekaligus sumber air bersih bagi masyarakat,” kata Agustiar, sebagaimana dikutip dari pemberitaan ANTARA.

Hingga 6 Oktober 2026, pemerintah juga telah menyalurkan lebih dari 7,02 juta liter air bersih untuk membantu warga yang terdampak kekeringan.

Di tengah situasi tersebut, pencegahan pembakaran lahan, penegakan hukum, dan koordinasi lintas instansi tetap menjadi bagian penting penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.