Diakui Sebagai Negara Oleh Inggris, Palestina Buka Kedubes di London

Palestina Resmi Buka Kedubes di London pada Senin (22/9)/Foto : Dok. Asharq Al-Aswat Palestina Resmi Buka Kedubes di London pada Senin (22/9)/Foto : Dok. Asharq Al-Aswat

London, GPriority.co.id – Palestina resmi membuka kedubes (kedutaan besar) di London, setelah Perdana Menteri Inggris, Keir Stramer, mengakui Palestina sebagai negara pada forum Perserikatan Bangsa-Bangsa, akhir pekan lalu.

“Menghadapi meningkatnya kengerian di Timur Tengah, kami bertindak untuk menjaga kemungkinan perdamaian dan solusi dua negara,” kata Starmer dalam sebuah pernyataan video pada hari Minggu (14/9) lalu.

Dilansir dari AFP pada Jumat (26/9), Kedubes Palestina di London menggunakan gedung yang sebelumnya berfungsi sebagai kantor misi diplomatik, dan diresmikan pada Senin (22/9) lalu.

Husam Zomlot, Kepala Misi Palestina, memuji pengakuan dari negara Inggris dan menyebutkan sebagai “pernyataan yang telah lama dinantikan” pada saat bendera Palestina dikibarkan di hadapan kerumunan pada gedung yang terletak di Hammersmith, London Barat tersebut.

Zomlot mengatakan jika pengakuan negara Palestina adalah tentang memperbaiki kesalahan sejarah dan berkomitmen bersama untuk masa depan yang berdasarkan kebebasan, martabat, dan hak asasi manusia yang fundamental.

“Pengakuan ini datang di saat penderitaan dan rasa sakit yang tak terbayangkan karena genosida tengah dilancarkan terhadap kita, genosida yang masih disangkal dan dibiarkan terus berlanjut tanpa hukuman,” ungkap Zomlot.

Ia melanjutkan, “Pengakuan ini terjadi ketika kemanusiaan rakyat Palestina masih dipertanyakan, nyawa kami masih dianggap tidak berharga, dan kebebasan dasar kami masih diabaikan.”

Sambil memegang plakat bertuliskan, “Kedutaan Besar Negara Palestina”, Zomlot menyatakan bahwa plakat tersebut akan segera dipasang, “menunggu beberapa proses hukum dan birokrasi.”

“Mari bergabung dengan saya mengibarkan bendera Palestina dengan warna-warna yang mewakili bangsa kita: Hitam untuk duka cita kita, putih untuk harapan kita, hijau untuk tanah air kita, dan merah untuk pengorbanan rakyat kita,” ujar Zomlot.