Digelar Secara Virtual, Pengunjung Tetap Dapat Bertransaksi di IFRA 2020

Jakarta,gpriority- Hingga saat ini pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Hal inilah yang membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melarang berbagai event di gelar di wilayahnya. Untuk menyiasatinya, sejumlah event organizer (eo) termasuk Dyandra Promosindo membuat terobosan baru dengan mengadakan virtual exhibition di Pameran lisensi dan waralaba The 18th Indonesia Franchise, License and Business Concept Expo and Conference (IFRA) 2020.

IFRA 2020 Virtual Expo merupakan virtual exhibition pertama yang digelar oleh Dyandra Promosindo bekerja sama dengan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) dan Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI).

 “ Sejatinya IFRA 2020  akan diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), namun karena hingga saat ini Pemprov DKI Jakarta masih melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi, pameran pun dialihkan menjadi virtual. Melalui pameran virtual ini, pengunjung tetap dapat berinteraksi dengan peserta pameran melalui platform yang telah disediakan. Pameran virtual ini merupakan platform yang efektif dan efisien bagi para pelaku usaha, franchisor, licensor untuk bertemu dengan calon  franchisee dan licensee yang potensial. Melalui pameran virtual ini, pengunjung dapat mengakses pameran IFRA dengan waktu dan tempat yang fleksibel, bahkan dapat juga diakses melalui smartphone. Pengunjung juga berkesempatan untuk live chat dengan peserta pameran dan dapat juga menjadwalkan business matching. Selain itu dari sisi peserta pameran juga mendapatkan kelebihan dengan kemudahan dan fleksibilitas dalam mengakses virtual booth, jangkauan potential business target lebih luas, mendapatkan fitur business matching, fitur live/private chat, slot untuk presentasi bisnis, product catalogue/paket investasi, company profile, dan video display,” ucap Anang Sukandar, Ketua Umum AFI dalam siaran persnya pada 20 Agustus 2020.

 Selain fitur-fitur tersebut, IFRA Virtual Expo seperti dijelaskan Anang juga telah menyiapkan ragam acara pendukung secara virtual. Diantaranya adalah virtual business matching, virtual celebpreneur talkshow, interactive quiz, lucky draw, stage performance, virtual retirees seminar, dan IFRA Awards. IFRA Virtual Expo dapat diakses dengan HTM sebesar Rp 20.000 untuk satu hari dan Rp 50.000 untuk tiga hari.

“IFRA siap menghadirkan sesuatu yang baru, sesuatu yang dapat mengakomodir semua stakeholders dan dapat bertemu dalam satu platform. Pameran yang biasa bertatap muka langsung secara offline sekarang bisa bertemu melalui virtual, yang tentunya tanpa mengurangi interaksi antara pengunjung dan peserta pameran. Inilah yang dinamakan adanya new product development, adanya penyesuaian dan pengembangan produk usaha dalam beradaptasi dan menyesuaikan situasi terkini. Hal ini yang coba kami terapkan di IFRA dan industri lisensi dan waralaba pada umumnya,” jelas Anang Sukandar.

Selain IFRA Online Conference dan Virtual Expo, IFRA sudah menyiapkan rangkaian acara hingga tahun 2021 mendatang. Di bulan Oktober 2020, IFRA akan turut meramaikan gelaran Dyandra New Adventure (DNA) dengan menghadirkan mini pavilion dengan unit-unit usaha pilihan. DNA merupakan pameran terbaru dari Dyandra Promosindo dengan mengsinergikan beberapa industri yang berbeda dalam satu payung event bersama. DNA akan hadir pada tanggal 2 – 4 Oktober 2020 di JIExpo, Kemayoran. Puncaknya, IFRA akan kembali hadir secara offline di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal 8 – 11 Juli 2021. Ini akan menjadi pameran lisensi dan waralaba terbesar dengan menggunakan tiga hall di JCC.

“Kami selaku penyelenggara sangat bersemangat melihat geliat optimisme dari para penggiat bisnis lisensi dan waralaba sehingga kami telah menyiapkan rangkaian acara IFRA hingga tahun depan. Kami juga dengan bangga akan menghadirkan IFRA 2020 Virtual Expo yang merupakan pameran perdana kami yang dilaksanakan secara online. Event ini memacu kreativitas kami untuk dapat menghadirkan new experience bagi para pengunjung yang berpartisipasi di pameran virtual. Adanya pameran virtual ini juga membuka jangkauan pameran tanpa batas wilayah dimana orang di berbagai belahan dunia dapat “berkunjung” di pameran ini. Hal ini sejalan dengan visi IFRA yang ingin mendorong pelaku usaha lokal dapat menembus pasar global,” terang Hendra Noor Saleh, Presiden Direktur Dyandra Promosindo.

IFRA 2020 tidak hanya hadir melalui Virtual Expo tapi juga IFRA Online Conference yang akan diadakan pada tanggal 28 – 29 Agustus 2020 melalui Zoom.  Online Conference yang mengangkat tema “Strengthening Entrepreneurship and SME Economy Through Licensing and Franchising” akan menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai kalangan seperti perwakilan pemerintah, asosiasi, konsultan, pengusaha hingga musisi. Beberapa pembicara yang sudah konfirmasi antara lain Leonard Theosabrata, Direktur Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah; Albert Kong, CEO Asia Franchise and Business Opportunities Magazine; Chandra Darusman, Musisi dan Dewan Penasihat Asosiasi Lisensi Indonesia; Chico Hindarto, Ketua Wahana Musik Indonesia (WAMI); Christopher Sebastian, CEO Makko Group; Donny Pramono, Founder dan CEO Sour Sally Group; Hendy Setiono, CEO Baba Rafi Enterprise; dan Dr. Mulya Amri, Direktur Riset Katadata Insight Center. IFRA Online Conference 2020 juga turut mengundang Agus Suparmanto, Menteri Perdagangan Republik Indonesia; Wishnutama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia; dan Dr. Freddy Harris, ACCS., Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Topik-topik pembahasan juga akan berfokus mengenai strategi dan kiat bisnis di masa pandemi ini langsung dari para pakarnya dari bidang masing-masing. Adapun sesi-sesi dalam online conference antara lain mengenai Regulations Session, Customer Trends Session, Business Innovation Session, License Session, Financing, Marketing Outlook, Trend Session, dan Minister Forum for Indonesia Licensing. IFRA Online Conference sudah dibuka pendaftarannya dengan mengakses laman situs www.ifra-indonesia.com. Dengan membayar biaya investasi sebesar Rp 110.000, peserta mendapatkan access link untuk mengakses online conference.

“ Online Conference dan Virtual Expo ini sengaja kami hadirkan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan kepada pelaku usaha dan masyarakat pada umumnya. Diharapkan dengan adanya event ini dapat memancing kreativitas pelaku usaha untuk mulai berpikir kreatif dalam mengembangkan produknya agar bisa bertahan dalam situasi ini. Begitu juga dengan masyarakat yang setelah memahami seluk-beluk dunia lisensi dan waralaba dapat memulai mewujudkan bisnisnya. Kami sediakan paket lengkap, mulai dari teorinya di Online Conference hingga praktiknya di Virtual Expo untuk mulai bertransaksi bisnis. Kami kira ini kesempatan yang perlu dimanfaatkan untuk mencari peluang usaha post-pandemic. Apalagi kehadiran pemerintah pada event ini juga merupakan wujud dukungan dari pemerintah agar pemerintah dan pelaku usaha dapat bersinergi bersama untuk membantu pertumbuhan perekonomian nasional,” tutup Susanty Widjaja CFE, Ketua Umum ASENSI. (Haris.Foto.Dok.Dyandra)

Related posts