Dokter Ryu Hasan: Menonton Film Porno Tidak Merusak Jaringan Otak

Dokter Ryu Hasan: Menonton Film Porno Tidak Merusak Jaringan Otak Dokter Ryu Hasan: Menonton Film Porno Tidak Merusak Jaringan Otak

Jakarta, GPriority.co.id – Menonton film porno selama ini dianggap berbahaya karena bisa menyebabkan kecanduan seperti halnya narkoba.

Selain itu, menonton film porno juga dinilai dapat merusak jaringan otak dan merusak masa depan seseorang yang terbiasa menontonnya.

Namun, belum lama ini Dokter Ryu Hasan yang memiliki nama asli dr. Roslan Yusni Hasan, Sp.BS, seorang pakar neurosains dan spesialis bedah saraf, memberikan klarifikasi melalui cuitannya di X.

Dokter Ryu Hasan menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa aktivitas seperti menonton film porno, drama Korea, atau sinetron religius menyebabkan kerusakan jaringan otak.

Dokter Ryu menjelaskan bahwa meskipun pemeriksaan MRI mungkin menunjukkan perbedaan struktur otak antara penggemar dan non-penggemar film porno.

Hal ini lebih mencerminkan struktur otak yang menentukan preferensi seseorang, bukan akibat dari menonton film porno.

Ia juga menambahkan bahwa otak tidak akan berubah strukturnya hanya karena seseorang menonton film porno, sinetron, atau mendengarkan motivator dan pengkotbah.

Menurutnya, kecanduan terhadap film porno mirip dengan kecanduan aktivitas lain seperti bermain game online atau menonton drama Korea.

“Jika ada penggemar (film porno) yang berpikirnya lemot, itu bukan gara-gara film pornonya, memang dari sananya saja,” tulisnya.

Melalui cuitannya, Dokter Ryu mengingatkan masyarakat untuk memahami fakta medis secara objektif dan tidak terpancing klaim tanpa dasar ilmiah.

Film Porno Tetap Punya Dampak Negatif

Kendati demikian, menonton film porno tetap memiliki dampak negatif. Terutama apabila dilakukan oleh anak dibawah umur.

Menonton film porno memiliki dampak serius yang memicu seks bebas. Berbagai penyakit pun dampak muncul akibat seks bebas. Diantaranya seperti HIV, Hepatitis B, Gonore, dan Sifilis.

Jika dilihat dari pandangan agama, menonton film porno juga dapat membuat keimanan seseorang berkurang.

Terutama bagi pasangan suami-istri, jika lebih sering melampiaskan hasrat seksual melalui film porno, efeknya dapat mempengaruhi frekuensi hubungan seksual dan merenggangkan keharmonisan rumah tangga.

Terlebih, kecanduan menonton film porno juga dapat berpengaruh pada psikologis seseorang. Misalnya saja seperti lebih sering menyendiri dan enggan bersosialisasi.

Foto : Ilustrasi/Freepik