Efek Samping AstraZeneca Bisa Sebabkan Pembekuan Darah? Ini Komentar Kemenkes

Jakarta, GPriority.co.id – Beberapa waktu lalu, heboh berita soal efek samping vaksin virus COVID-19, AstraZeneca, yang dikabarkan bisa menyebabkan pembekuan darah. Perihal tersebut, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, mengakui bahwa vaksin tersebut dapat menyebabkan efek samping Thrombosis with Thrombocytopenia Syndrome atau pembekuan dan jumlah trombosit rendah.

“Tidak menutupi informasi tentang efek samping vaksin AZ, dan meminta keterbukaan produsen vaksin AZ untuk menjelaskan kepada masyarakat sekecil apa pun efek yang ditimbulkannya vaksin tersebut,” ungkapnya.

Dalam hal ini, Bambang Soesatyo menyarankan agar Kemenkes dapat mendorong produsen vaksin AstraZeneca untuk melakukan uji coba vaksin, demi mengetahui efek samping akibat vaksinasi yang dilakukan, sebelum nantinya disuntikkan ke manusia.

Dirinya juga mendesak pihak produsen vaksin AstraZeneca untuk menjelaskan secara detail, sehingga tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Menanggapi hal ini, Menkes Budi Gunadi Sadikin pun memberikan komentar. Ia mengatakan, jika risiko pembekuan darah yang terjadi akibat sindrom trombosis dengan trombositopenia (thrombosis with thrombocytopenia syndrome/TTS) memang benar terjadi. Bahkan sudah diungkap oleh para pakar di bidang imunologi vaksinasi sejak era pandemi melanda Indonesia.

Disisi lain, Budi juga menjelaskan jika efek samping dari AstraZeneca tersebut memiliki penyeimbang. Salah satunya adalah manfaat yang lebih besar pada Kesehatan si penerima vaksin.

“Tetapi dilihat dari dunia medis, WHO kan mengapprove langsung. Vaksin ini bisa dibilang benefit (manfaat) nya lebih besar daripada risiko. Sehingga Waktu itu diberikan izin untuk dijalankan di seluruh dunia,” ujarnya pada Jumat (3/5) lalu, seperti dikutip dari laman resmi Pikiran Rakyat.

Menindaklanjuti hal tersebut, Menkes Budi mengatakan bahwa pemerintah telah menerapkan protokol pengawasan berstandar global, di antaranya dengan melibatkan tim independen, Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), yang diisi oleh pakar di bidang imunologi untuk proses pengawasan di Indonesia.

“Kita minta untuk memberikan kajian, ini vaksin-vaksin yang masuk ada Pfizer, AstraZeneca, Moderna, apalagi teknologi-teknologinya kan baru yang mRNA ini kan itu seperti apa? Dan kesimpulannya mereka sama, dilihat benefit sama risiko,” tegas Budi.

Foto : France 24