Ekspresi Keceriaan Remaja Bangka Belitung Lewat Tari Campak

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan daerah yang banyak dihuni oleh suku Melayu. Kehidupan sehari-hari pun tak lepas dari adat istiadat khas Melayu termasuk tarian. Salah satunya adalah Tari Campak.

Tari Campak merupakan tarian yang menggambarkan keceriaan bujang dan dayang di Kepulauan Bangka Belitung. Biasanya dibawakan setelah panen padi atau sepulang dari ume (kebun). Sering juga digunakan sebagai hiburan dalam berbagai kegiatan seperti penyambutan tamu atau pada pesta pernikahan di Bangka Belitung.

Alat musik yang ada pada Tari Campak bisa dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu alat musik dari akulturasi budaya Eropa dan budaya lokal. Walau ada dua budaya yang menghiasi musik pengiring Tari Campak namun saat dimainkan, alat-alat musik tersebut mampu menghadirkan nada dan irama yang selaras dan harmonis dengan menyesuaikan gerakan para penarinya.

Saat ditampilkan Tari Campak menghadirkan para penari usia muda atau remaja baik itu laki-laki dan wanita yang saling berpasangan. Penari perempuan disebut nduk campak, sementara penari laki-lakinya disebut penandak.

Kelincahan dan gemulainya para penari akan terlihat salah satunya dari gerakannya yang mengibas selembar sapu tangan dengan mengkibas-kibaskannya mengiringi jari-jemari. Ditengah-tengah tarian, akan ada balas pantun sebagai simbol dan ciri khas budaya Melayu.

Meskipun zaman semakin berubah, tari campak masih tetap dilestarikan oleh masyarakat Bangka Belitung. Sebab Tari Campak merupakan salah satu ikon budaya Kepulauan ini. Hingga saat ini, tari campak masih tetap ditampilkan namun di acara-acara tertentu saja seperti penyambutan tamu khusus dan pesta pernikahan. (VIA)

Related posts