Emi Martinez, Jadi Apa Timnas Argentina Tanpamu?

Jakarta, GPriority.co.id – Emiliano Martinez, kiper tim nasional Argentina, telah menjadi sorotan publik setelah penampilan gemilangnya di Copa America 2021 dan Finalissima 2022, serta yang terpenting, di Piala Dunia 2022. Terbaru, kiper dengan panggilan Dibu itu juga tampil sangat apik di Copa America 2024.

Kemampuannya dalam menjaga gawang dan mental baja di adu penalti menjadikannya aset berharga bagi tim nasional Argentina.

Kontribusi Martinez di turnamen-turnamen tersebut tak diragukan lagi. Di Copa America 2021, dia berhasil menyelamatkan tendangan penalti Emiliano Martinez dari Kolombia di babak semifinal, mengantarkan Argentina ke final. Pada Finalissima 2022, dia kembali menjadi pahlawan dengan menyelamatkan dua tendangan penalti Italia, membantu Argentina meraih gelar juara.

Puncak kegemilangannya terjadi di Piala Dunia 2022. Di babak perempat final, dia berhasil menggagalkan dua tendangan penalti Belanda, Virgil van Dijk dan Teun Koopmeiners. Di partai final melawan Prancis, Martinez kembali menjadi bintang dengan menepis tendangan penentu dari Kingsley Coman dan Aurelien Tchouameni, mengantarkan Argentina meraih gelar juara dunia setelah 36 tahun penantian.

Pada Copa America 2024, Dibu kembali jadi pahlawan pada babak adu penalti dengan dua penyelamatannya dalam babak 8 besar melawan Ekuador. Martinez menepis dua penendang pertama Ekuador yakni Angel Mena dan Alan Minda. Momen ini sangat krusial bagi Argentina, karena, Lionel Messi sebagai penendang pertama Argentina gagal mengeksekusi penalti menjadi gol.

Hal ini membuktikan, dibalik kesuksesan Argentina, ada peran penting Emi Martinez yang tak tergantikan. Kemampuannya dalam adu penalti memang luar biasa.

Namun, bukan hanya soal kemampuan teknisnya. Martinez juga memiliki mental baja dan ketenangan yang luar biasa di momen-momen krusial. Dia mampu membaca arah tendangan lawan dengan tepat dan melakukan penyelamatan dengan gemilang.

Kehadiran Emi Martinez di bawah mistar gawang Argentina bagaikan dewa penjaga. Dia memberikan rasa aman dan keyakinan bagi para pemain Argentina untuk tampil maksimal di lapangan.

Martinez tak hanya piawai dalam menjaga gawang. Dia juga merupakan pemimpin dan motivator bagi para pemain Argentina. Kegigihan, semangat pantang menyerah, dan mental juara yang dimilikinya menular kepada rekan-rekannya di lapangan.

Selebrasi provokatifnya setelah menyelamatkan penalti sering menuai kontroversi. Namun, di balik itu semua, terdapat rasa bangga dan tekad kuat untuk membawa Argentina meraih kemenangan.

Jika bukan Emi Martinez yang berada di bawah mistar gawang Argentina, mungkin Argentina masih kesulitan untuk meraih gelar juara saat ini. Kehadirannya seakan menjadi puzzle pelengkap yang sebelumnya tidak dimiliki Tim Tanggo. Dengan perpaduan kreativitas Lionel Messi di lini depan, dan kegemilangan Emi Martinez di lini belakang, Argentina menjelma menjadi sebuah tim yang menakutkan.

Emi Martinez telah menjadi legenda baru sepak bola Argentina. Kemampuannya dalam menjaga gawang, mental baja di adu penalti, serta kepemimpinannya di lapangan telah mengantarkan Argentina meraih gelar juara bergengsi dan mengukir sejarah baru di dunia sepak bola.

Martinez tak hanya seorang kiper, dia adalah maestro penalti yang membawa Argentina meraih kembali masa kejayaannya. Namanya akan selalu dikenang sebagai salah satu pahlawan terbesar dalam sejarah sepak bola Argentina.

Foto: Juan Luis Diaz/Quality Sport Images