Empat Program Pemerintah Yang Tidak Kena Efisiensi Anggaran

Jakarta, GPriority.co.id– Pemerintah menegaskan beberapa program tidak terkena dampak efisiensi anggaran pada tahun ini. Adapun beberapa program tersebut diantaranya anggaran pelayanan publik, bantuan sosial, program Kartu Indonesia Pintar, dan anggaran beasiswa.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan program-program pemerintah yang melayani masyarakat serta bantuan sosial tidak akan merugikan efisiensi anggaran.

“Berbagai belanja sosial tidak dikurangkan sama sekali jadi kalau kita lihat beberapa termasuk program-program yang melayani masyarakat, bansos itu semuanya sudah sangat eksplisit tidak dipengaruhi,” ujar Sri Mulyani dikutip Senin (17/2).

Berikut fakta program-program pemerintah yang tidak dipangkas anggaran sebagai berikut

  1. Program pelayanan publik

Sri Mulyani memastikan bahwa efisiensi anggaran tidak mengorbankan pelayanan publik. Sri Mulyani menyebut pemangkasan belanja pemerintah hanya fokus pada belanja operasional kantor, belanja pemeliharaan, belanja perjalanan dinas, pembangunan infrastruktur, dan pengadaan peralatan dan mesin.

“Pelayanan publik tidak dikorbankan, berbagai target-target tidak akan kita lakukan pengurangan,” tegas Menteri Sri Mulyani.

2. Program Bantuan Sosial

      Sri Mulyani memastikan anggaran belanja pegawai dan bantuan sosial tidak akan terkena efisiensi. Hal ini sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025. 

      “Berbagai belanja sosial tidak dikurangkan sama sekali jadi kalau kita lihat beberapa termasuk program-program yang melayani masyarakat, bansos itu semuanya sudah sangat eksplisit tidak dipengaruhi,” tegas Sri Mulyani.

      3. Program Kartu Indonesia Pintar

        Sri Mulyani memastikan program beasiswa Kartu Indonesia Pintar tidak akan mengalami pemotongan atau pengurangan anggaran. 

        “Kami tegaskan bahwa beasiswa Kartu Indonesia Pintar tidak dilakukan pemotongan atau pengurangan,” tegas Sri Mulyani.

        Sri Mulyani menyampaikan jumlah penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar tahun anggaran 2025 sebanyak 1.040.192 mahasiswa. Anggaran yang telah disiapkan beasiswa tersebut sebesar Rp 14,69 triliun. 

        “Anggaran tersebut tidak terkena pemotongan dan tidak dikurangi. Maka demikian, seluruh mahasiswa yang telah dan sedang menerima beasiswa KIP Kartu Indonesia Pintar dapat meneruskan program belajar seperti biasanya,” kata Sri Mulyani.

        4. Program Beasiswa

          Sri Mulyani memastikan  beasiswa lain yang sedang berjalan, seperti beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dengan 40.030 penerima beasiswa, serta beasiswa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikti Saintek), dan beasiswa Indonesia Bangkit di bawah Kementerian Agama tetap berjalan sesuai dengan kontrak beasiswa yang sudah dilakukan. 

          “Beasiswa lain yang sedang berjalan yaitu 40.030 beasiswa penerima LPDP, Kemendikti Saintek yaitu beasiswa pendidikan Indonesia dan beasiswa Indonesia Bangkit di bawah Kementerian Agama juga tetap berjalan sesuai dengan kontrak beasiswa yang sudah dilakukan,” tegas Sri Mulyani.

          Dari sisi lain, terkait bantuan operasional pendidikan perguruan tinggi, Sri Mulyani mengatakan kriteria efisiensi kementerian/lembaga yang dilakukan menyangkut aktivitas seperti perjalanan dinas, seminar, ATK, peringatan, dan perayaan, serta kegiatan seremonial lainnya sehingga perguruan tinggi akan terdampak pada item belanja tersebut. 

          “Langkah ini tidak boleh, saya ulangi, tidak boleh memengaruhi keputusan perguruan tinggi mengenai UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang dalam hal ini baru akan dilakukan tahun ajaran baru tahun 2025-2026 yaitu nanti pada Juni atau Juli,” kata Sri Mulyani.

          Foto: Dok. Kementerian Keuangan RI