Gejala Asma dan Cara Mengendalikannya


Asma merupakan penyakit kronis pada saluran pernapasan ditandai dengan penyempitan saluran napas yang mengakibatkan sulit bernapas.

Penyakit yang bisa diderita oleh semua golongan ini belum diketahui secara pasti apa penyebabnya, hanya saja ada beberapa hal yang menjadi pemicu asma. Seperti asap rokok, debu, bulu binatang, aktivitas fisik, udara dingin, infeksi virus, atau terpapar zat kimia.

Seseorang yang memiliki penyakit asma, saluran pernapasannya lebih sensitif dibandingkan orang sehat.  Otot-otot saluran pernapasan penderita asma akan menjadi kaku dan membuat saluran tersebut menyempit.

Selain itu, akan terjadi peningkatan produksi dahak yang menjadikan napas terasa berat. Selain sulit bernapas, penderita asma juga bisa mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi.

Pola gejala pada pengidap asma biasanya memiliki beberapa ciri seperti datang dan pergi seiring waktu atau dalam hari yang sama, mulai atau memburuk dengan infeksi virus, seperti pilek.

Dipicu oleh olahraga, alergi, udara dingin, atau hiperventilasi karena tertawa atau menangis, dan lebih buruk di malam hari atau di pagi hari.

Adapun dampak yang terjadi akibat penyakit asma seperti masalah psikologis (cemas, stres, atau depresi), tubuh sering terasa lelah, gangguan pertumbuhan dan pubertas pada anak-anak, pneumonia, kerusakan pada sebagian atau seluruh paru-paru dan atelektasis, serta kematian.

Jika sudah terlanjur mengidap penyakit asma jangan cemas, karena asma merupakan penyakit yang masih dapat dikendalikan dengan mengenali dan menghindari pemicu asma.

Mengikuti rencana penanganan asma yang dibuat bersama dokter, mengenali serangan asma dan melakukan langkah pengobatan yang tepat, menggunakan obat-obatan asma yang disarankan oleh dokter secara teratur, dan memonitor kondisi saluran napas Anda.

Jika penggunaan inhaler pereda asma reaksi cepat makin meningkat, segera konsultasikan kepada dokter agar rencana penanganan asma Anda disesuaikan kembali. Selain itu, disarankan untuk melakukan vaksinasi influenza dan pneumonia secara teratur untuk mencegah memburuknya penyakit asma yang disebabkan kedua penyakit tersebut.


Dalam pengobatan, biasanya dokter akan merekomendasikan inhaler sebagai pengobatan saat gejala asma muncul. Namun, penggunaan inhaler juga berpotensi menyebabkan efek samping bagi pengguna. 

Apabila terjadi serangan asma dengan gejala yang semakin parah, meskipun sudah melakukan penanganan dengan inhaler  maupun obat, maka perlu tindakan medis di rumah sakit. (Dw.foto.dok.Ist)