Jakarta, GPriority.co.id – Indonesia-India dilaporkan siap berkolaborasi untuk menggarap Program MBG (Makan Bergizi Gratis), sebagaimana dilansir dari laporan ANTARA pada Jumat (31/10).
Diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu RI) Sugiono saat menghadiri agenda KTT ASEAN-India ke-22 di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/10) lalu, Indonesia-India sepakat kerja sama pada bidang ketahanan pangan, termasuk Program MBG.
Sebagai bahan pertimbangan, India sendiri telah memulai program makan siang gratis sejak 1995. Program-nya sendiri diberi nama PM Poshan. India sejak lama berfokus pada penyediaan makanan untuk anak sekolah dari usia 6-14 tahun.
Program tersebut pada awalnya diluncurkan sebagai upaya guna mengatasi masalah ketahanan pangan serta menekan angka stunting di India. PM Poshan sendiri menjadi program pemberian makanan sekolah terbesar di dunia dan hingga kini telah menjangkau lebih dari 125 juta anak sekolah di India.
Kendati demikian, program tersebut juga pernah mengalami kegagalan. Pasalnya, pada tahun 1925 dan program ini dijalankan untuk anak-anak miskin di kawasan Tamil Nadu, program ini tak berjalan secara mulus.
Selain karena dicampuri dengan kasus korupsi, penerapannya juga tak tepat. Oleh sebab itu, sering kali terjadi insiden keracunan makanan yang terjadi di sekolah. Laporan menyebut, 23 anak bahkan tewas akibat keracunan makanan dari program tersebut.
Meski sempat dihentikan, namun program tersebut kembali berjalan pada tahun 1995. Pemerintah India pun langsung melakukan perubahan skema untuk penerapan program makan siang untuk meningkatkan efektivitas serta efisiensinya.
Sementara itu, program makan siang gratis di Indonesia sendiri baru dimulai pada tahun 2025. Program ini masuk daftar Program Prioritas Nasional dari Presiden Prabowo Subianto dan diklaim telah dibagikan untuk lebih dari 37 juta penerima manfaat.
Kendati demikian, program tersebut masih terkendala beberapa masalah, salah satunya terkait banyaknya kasus keracunan makanan. Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut per 5 Oktober 2025, jumlah korban keracunan MBG mencapai lebih dari 11 ribu orang.
Untuk meningkatkan pengelolaan MBG, Menlu RI Sugiono mengundang Menlu India Jaishankar, untuk menghadiri acara Joint Commission Meeting (JCM) ke-8 Indonesia-India yang nantinya akan digelar di Jakarta.
