Inggris Akui Palestina, Benderanya Resmi Berkibar di Kedutaan Besar Palestina

London, Gpriority.co.id – Setelah Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer mengakui Palestina sebagai negara pada minggu (21/9), bendera Palestina dikibarkan pada Senin (22/9) di luar gedung misi Palestina untuk Inggris yang kini menjadi Kedutaan Besar Palestina di London.

Upacara pengibaran bendera Palestina di Kedutaan Besar Palestina yang berada di Hammersmith, London Barat disaksikan oleh kerumunan masyarakat. Termasuk dihadiri oleh Menteri Pertama Skotlandia dan pemimpin SNP, John Swinney. Keduanya kompak menyatakan jika menghadiri upacara tersebut merupakan “kehormatan besar” dan menggambarkannya sebagai “momen yang menentukan”.

Sementara Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot mengingatkan jika saat pengibaran bendera ini rakyat Palestina di Gaza kelaparan, dibom, dan terkubur di bawah reruntuhan rumahnya. “Disaat yang sama rakyat kami di Tepi Barat mengalami pembersihan etnis, dianiaya oleh terorisme yang disponsori negara setiap hari, perampasan tanah, dan penindasan yang mencekik,” ucapnya.

Akan tetapi menurutnya momen ini merupakan tindakan perlawanan terhadap kebenaran, penolakan untuk membiarkan genosida menjadi kata akhir. Penolakan untuk menerima bahwa pendudukan bersifat permanen; Sebuah penolakan untuk dihapus dan penolakan untuk didehumanisasi,” terangnya.

Duta Besar Zomlot kemudian menjelaskan simbolisme warna bendera Palestina kepada undangan yang hadir. “Hitam untuk duka cita kami, putih untuk harapan kami, hijau untuk tanah kami, dan merah untuk pengorbanan rakyat kami,” paparnya.

Sebagai informasi, pengibaran bendera ini dilakukan setelah pemerintah Inggris menyatakan akan bergabung dengan para pemimpin dari Australia, Prancis, dan Kanada untuk akhirnya mengakui Palestina sebagai sebuah negara pada 21 September, di tengah genosida Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza yang terus berlanjut.

Duta Besar Zomlot menyebut pengakuan ini sebagai momen bersejarah. “Pengakuan [sebagai negara] bukan tentang keberadaan bangsa Palestina, karena kami sudah ada sejak lama, jauh sebelum Deklarasi Barfour. Pengakuan ini tentang mengakhiri penyangkalan terhadap keberadaan bangsa Palestina,” Sambung Zomlot.

Foto : Istimewa