Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian PPN/Bappenas bersama Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia dan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) mendorong kolaborasi antargenerasi dalam merancang arah kebijakan pembangunan berkelanjutan dan memastikan implementasinya berjalan efektif.
“Perubahan iklim bukanlah mitos. Dampaknya sudah nyata kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, perubahan iklim bukan lagi isu satu negara, tapi tantangan bagi seluruh peradaban manusia. Sebesar atau sekuat apa pun suatu negara, tidak bisa menghadapinya sendirian. Kita semua saling membutuhkan,” ujar Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard dalam Dialog Publik Shaping Tomorrow: Intergenerational Action Towards a Low-Carbon and Green Economy dikutip Sabtu (10/5).
Kementerian PPN/Bappenas menyerahkan Dokumen Kebijakan dan Strategi Pembangunan Rendah Karbon Indonesia kepada Kedutaan Besar Inggris di Jakarta sebagai penanda komitmen bersama untuk mendukung pencapaian RPJPN 2025-2025 dan target Net Zero Emissions pada 2060.
Dialog yang menghadirkan para pembuat kebijakan, pakar global, dan pemimpin muda untuk merancang masa depan pembangunan yang inklusif dan tangguh terhadap perubahan iklim ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan dalam pembangunan rendah karbon untuk meningkatkan literasi publik mengenai arah kebijakan pembangunan rendah karbon di Indonesia. Dialog ini juga bertujuan untuk memperkuat jejaring lintas sektor serta mendorong narasi perubahan yang dipimpin generasi muda.
Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A. A. Teguh Sambodo menambahkan ketika membicarakan meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan, sebenarnya hal itu datang dari generasi muda Indonesia yang sangat berkomitmen untuk membahas dan menanganinya. Kesadaran ini tumbuh sejak dini melalui pendidikan di sekolah yang meningkatkan literasi lingkungan.
“Ini menjadi dasar pengetahuan tentang tanggung jawab mereka serta bagaimana mereka dapat berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan, sekaligus mengajak generasi muda lainnya untuk bergerak dalam misi yang sama,” ujarnya.
Diskusi panel yang dipandu Duta Besar Indonesia untuk Australia dan Vanuatu Periode 2012-2017 Nadjib Riphat Kesoema, menghadirkan pembicara lintas sektor mulai dari pemerintah, masyarakat sipil, lembaga pemikir, hingga media massa. Para narasumber menekankan pentingnya upaya memperluas akses pembiayaan iklim, menciptakan lapangan kerja hijau, memperkuat komunikasi kebijakan, serta menyambungkan arah kebijakan nasional dengan aksi nyata di komunitas.
Foto: Dok. Bappenas
