Ini Makna Imlek, Tahun Baru Etnis Tionghoa

Kalender Tionghoa yang dipakai dalam penanggalan dikenal sebagai kalender Imlek. Imlek berasal dari dialek Hokkian yang berarti ‘kalender lunar’. Dalam dialek Mandarin Imlek adalah Yinli. Dengan demikian, tahun baru imlek artinya tahun baru yang dihitung berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi. Jadi, tidak tepat apabila ucapan ‘Selamat Tahun Baru Imlek’ disingkat menjadi ‘Selamat Imlek’ saja, sebab akan berarti ‘Selamat Kalender Lunar’.

Di luar negeri, kalender ini dikenal sebagai Xiali, karena sudah ada semenjak Dinasti Xia. Selain itu, kalender lunar juga biasa disebut Huangdili, sebab diyakini diciptakan oleh Huangdi atau Kaisar Kuning.

Di Indonesia sendiri, perhitungan kalender Tionghoa didasarkan pada kelahiran Nabi Kongzi, yakni sejak berdirinya Tiong Hoa Hwee Koan di Batavia pada 17 Maret 1900. Organisasi Tionghoa inilah yang mengadopsi ajaran Guru Kongzi sebagai agama Tionghoa dan menetapkan awal kalender Tionghoa dihitung berdasarkan kelahiran Nabi Kongzi.

Meski ada sebagian orang yang menganggap Sin Cia atau Tahun Baru Imlek adalah hari raya agama, namun sebenarnya Tahun Baru Imlek merupakan tahun baru semua orang Tionghoa, terlepas dari apa pun agama yang dianutnya.

Orang Tionghoa yang telah pindah agama pun tetap merayakannya, sejauh ia masih merasa dirinya sebagai etnis Tionghoa. Di luar negeri pun, masyarakat menyebutnya Chinese new Year (Tahun Baru China), bukan Confusianist, Taoist, atau Buddhist. (VIA)

Related posts