Israel – Hamas Gencatan Senjata, Berikut Poin Kesepakatannya

Sharm El-Sheikh, Gpriority.co.id – Gencatan senjata antara Israel-Hamas tercapai pada 8 Oktober 2025 melalui perundingan tidak langsung di Mesir. Berikut poin kesepakatan gencatan senjata yang difasilitasi Presiden AS Donald Trump.

Kesepakatan tahap pertama mencakup pembebasan semua sandera oleh Hamas dan penarikan pasukan Israel ke garis yang disepakati, jadi langkah awal menuju perdamaian yang lebih tahan lama.

Pada tahap berikutnya difokuskan pada verifikasi pembebasan sandera sepenuhnya oleh Hamas serta penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah Gaza. Dilanjutkan pembukaan akses kemanusiaan dan rekonstruksi di Gaza. Termasuk dialog perdamaian lebih luas dengan mediasi AS dan Mesir untuk jangka panjang.

Kabar gencatan senjata Israel-Hamas ini disambut gembira warga Gaza. Mereka merayakan gencatan senjata dengan antusias dengan pesta kecil, tabuhan drum, dan nyanyian di jalanan sebagai tanda lega dan harapan baru. Mereka juga saling berpelukan dan bersyukur bisa sementara waktu lepas dari konflik dan sirene perang. Momen ini dijadikan simbol harapan hidup damai meski tetap hati-hati.

Di Tel Aviv dan sekitarnya, warga Israel merayakan dengan rasa lega, kumpul bersama keluarga, dan berterima kasih atas gencatan senjata yang hentikan serangan. Mereka tetap waspada, tapi ada suasana optimis dan harapan damai yang tumbuh.

Sementara di media sosial, netizen menyambut gencatan senjata Israel-Hamas sangat positif dan berharap ini membawa stabilitas dan bantuan kemanusiaan ke Gaza. Disisi lain PBB, AS, Turki, Qatar, Mesir, dan banyak negara lain mendukung dan menekankan pentingnya pelaksanaan kesepakatan tersebut secara penuh. Presiden Uni Eropa dan Palestina juga menyebut ini langkah awal menuju perdamaian yang berkelanjutan.

Gencatan senjata Israel-Hamas terbilang alot dan penuh tantangan. Negosiasi berlangsung berminggu-minggu, dengan perdebatan soal pembebasan sandera, penarikan pasukan Israel, dan jaminan perdamaian abadi yang jadi poin sulit. Hamas minta jaminan “damai yang langgeng,” adapun Israel tetap kokoh pada sikapnya, yang membuat prosesnya panjang dan rumit.

Alot dan menantangnya gencatan senjata ini dikarenakan Netanyahu mau gencatan hanya sementara, sedangkan Hamas ingin perang benar-benar berhenti. Israel juga minta pembebasan semua sandera dulu, sementara Hamas ingin penarikan pasukan dan damai menyeluruh.

Negosiasi juga sering buntu karena perbedaan kekuatan dan sikap Israel yang kadang sabotase kesepakatan. Disisi lain tekanan politik dan rencana pemindahan warga Gaza pun bikin negosiasi makin rumit.

Satu hal yang pasti perundingan gencatan senjata Israel-Hamas dengan mediasi utama dari AS, Qatar, Mesir, dan Turki ini mulai berlaku pada kamis (9/10) dan semua tahapnya harus diawasi ketat supaya gencatan senjata berada dalam koridor yang benar.

Foto : Istimewa