Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan bahwa stok obat kusta di Papua Barat dalam kondisi aman tanpa kekosongan selama satu tahun terakhir.
“Dari hasil koordinasi tersebut telah dipastikan bahwa stok obat kusta di Papua Barat aman. Hingga saat ini ketersediaan obat masih cukup,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman dalam rapat koordinasi bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat dan Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, pada Selasa (16/9).
Untuk menjamin keberlanjutan layanan, Kemenkes telah menyalurkan ribuan blister Multidrug Therapy (MDT), pengobatan utama untuk kusta. Pengiriman terakhir pada April 2025 mencakup 6.000 blister MDT MB Dewasa dan 666 blister MDT MB Anak.
Hingga September 2025, Kemenkes mencatat ketersediaan stok di Papua Barat sebanyak 3.006 MDT MB dewasa, 48 MDT MB Anak. Sementara di Kabupaten Manokwari tercatat ada 690 MDT MB Dewasa dan 48 MDT MB Anak.
Kendati demikian, angka kasus kusta di Papua Barat masih menjadi perhatian. Hingga September 2025, tercatat 422 kasus terdaftar, 254 kasus baru, termasuk 62 kasus anak-anak dan 7 kasus disertai disabilitas. Adapun Kabupaten Manokwari mencatat beban tertinggi dengan 364 kasus terdaftar dan 242 kasus baru.
Secara nasional, Indonesia mencatat 14.698 kasus baru kusta pada 2024, dengan lebih dari 90 persen bertipe Multi Basiler (MB) yang lebih menular. Sementara pada Januari–Agustus 2025, tercatat 5.474 kasus baru, termasuk 489 kasus anak-anak dan 287 dengan disabilitas.
Kemenkes mengakui bahwa meskipun stok obat aman, penanganan kusta masih menghadapi tantangan signifikan, antara lain keterbatasan dokter dan analis laboratorium terlatih, rotasi tenaga kesehatan yang tinggi, minimnya dukungan anggaran untuk pemeriksaan skin smear.
Sebagai langkah perbaikan, Kemenkes telah memasukkan program kusta dalam RPJMD Papua Barat 2025–2029, kemudian mendorong pemanfaatan APBD Otsus untuk alat bantu penyandang disabilitas akibat kusta, menyelenggarakan pelatihan dokter rujukan, mengadakan workshop analis laboratorium rujukan hingga melakukan sosialisasi kemoprofilaksis sepanjang 2023–2025.
“Kusta adalah program prioritas di Papua Barat. Kami akan terus memastikan ketersediaan obat tetap aman, sambil memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di daerah,” tegas Aji.
