Kemerdekaan Energi di Tengah Krisis Global

Jakarta,Gpriority.co.id-Kemerdekaan Energi di Tengah Krisis Global merupakan tema yang diangkat Kementerian ESDM saat menggelar FGD (Focus Grup Discussion) di Hotel Aston Kartika Grogol, Kamis (11/8/2022).

Dijelaskan oleh Dr.Ir. Dadan Kusdiana Msc, Dirjen EBTKE Kementerian ESDM saat memberikan sambutan,” Kenapa tema ini diangkat, karena kita konsen pada pertumbuhan energi.” Hampir seluruh negara mengalami krisis terutama Eropa, karena Eropa pengirimannya diberhentikan Rusia. Sementara di Indonesia, Pemerintah terus melakukan impor, dan pastinya memakan subsidi yang cukup besar. Alasan itulah yang melatarbelakangi kami mengangkat tema ini,” ucap Dadan Kusdiana.

Dadan juga mengatakan bahwa kemerdekaan energi ini bisa diartikan menjadi dua yang pertama mandiri dan kedua ketahanan energi makin meningkat.” Kalau mandiri kaitannya dengan sisi produksi dalam negeri. Sedangkan ketahanan energi terbagi ke dalam 3 aspek, yang pertama tersedia di semua tempat, kedua bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat dan ketiga terus melakukan subsidi” kata Dadan.

Terkait dengan subsidi, Dadan menuturkan ESDM bersama DPR RI tetap akan memberikan subsidi kepada masyarakat, mengingat masih banyak masyarakat yang membutuhkannya.

Mengenai LPG, Kementerian ESDM selain memberikan subsidi juga akan memberikan peningkatan kenyamanan masyarakatnya. Contohnya dari sekarang menggunakan LPG akan digeser ke kompor Induksi (Listrik).

Drs. Sugeng Suparwoto, Ketua Komisi VII DPR RI yang turut menjadi narasumber dalam acara tersebut menambahkan bahwa ide tersebut sangat cemerlang, guna mengatasi masalah energi yang tengah menjadi sorotan akibat pemberhentian pengiriman Rusia.

Sugeng juga mengatakan bahwa ide-ide brilian dari Kementerian ESDM, Pertamina dibutuhkan guna mengatasi persoalan krisis energi. Diakhir pembicaraan Sugeng meminta agar RUU mengenai energi dan migas untuk segera dibuat sehingga krisis energi tidak menimpa Indonesia juga.

Sementara Pertamina yang diwakili oleh Oki Muraza Senior Vice President Research & Technology Innovation PT Pertamina Persero menjelaskan mengenai inovasi-inovasi yang dilakukan oleh Pertamina dalam pemenuhan kebutuhan bahan bakar.” Saat ini kami tengah mengembangkan biofuell. Ini dimaksudkan untuk mengatasi energi minyak yang tengah dihentikan oleh Rusia. Selain itu biofuel dimaksudkan untuk mengatasi harga minyak yang makin melonjak,” jelas Oki.

OKI berharap inovasi-inovasi yang dilakukan bisa mengatasi masalah energi di Indonesia sehingga kemerdekaan energi seperti yang digaungkan bisa tercapai.(Hs.Foto.Hs)

Related posts