Kepala BGN: Agar Anak Tumbuh Tinggi, Minum Susu 2 Liter Setiap Hari

Kepala BGN: Agar Anak Tumbuh Tinggi, Minum Susu 2 Liter Setiap Hari Kepala BGN: Agar Anak Tumbuh Tinggi, Minum Susu 2 Liter Setiap Hari

Jakarta, GPriority.co.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, kembali membuat pernyataan yang dinilai blunder. Dadan menyebut, agar anak tumbuh tinggi, disarankan untuk minum susu 2 liter setiap hari. Hal ini disampaikannya secara virtual pada Rabu (28/5).

Dalam menjelaskan hal tersebut, Dadan memberi contoh kedua anak laki-lakinya yang memiliki tinggi badan 181 cm dan 185 cm berkat pola konsumsi susu yang konsisten sejak kecil. Ia juga menyebut, kedua putranya rutin minum susu 2 lliter per hari hingga kelas 2 SMA.

Dadan menekankan, tinggi badan bukan semata-mata terbentuk dari faktor genetik, melainkan juga dipengaruhi oleh kecukupan gizi.

Namun sayangnya, hingga kini sekitar 60 persen anak-anak Indonesia tidak memiliki akses terhadap makanan bergizi seimbang. Bahkan banyak yang hanya mengonsumsi makanan rendah nutrisi seperti nasi dengan mie instan atau gorengan.

Untuk mengatasi isu ini, oleh karenanya pemerintah meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menargetkan pemenuhan gizi anak dengan menu seimbang.

Menu seimbang dalam program MBG tersebut mencakup nasi, telur, ayam, ikan, sayur, buah, dan susu. Dadan juga menegaskan pentingnya program MBG sebagai strategi utama untuk menuju Indonesia Emas 2045, agar  meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mencegah masalah  stunting.

Dadan menekankan, dengan asupan gizi yang tepat, tinggi badan anak Indonesia bisa optimal, bahkan mencapai minimal 180 cm.

Sebelumnya, Dadan juga sempat blunder saat menyebut kekalahan Timnas Indonesia saat melawan Australia dengan skor 5-1, disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang baik. Ia menyebut, untuk bermain sepak bola selama 90 menit membutuhkan kondisi fisik prima, dan sulit dicapai tanpa pola makan bergizi.

“Jangan heran kalau PSSI itu sulit menang karena main 90 menit berat. Kenapa? Karena gizinya tidak bagus dan banyak pemain bola lahir dari kampung,” ujar Dadan.

Lebih lanjut, Dadan menilai jika perkembangan Timnas mulai membaik dengan adanya 17 pemain keturunan Belanda yang tumbuh dengan pola makan bergizi.

Kendati demikian, Timnas Indonesia menurutnya masih kesulitan bersaing dengan negara seperti Jepang, yang telah menerapkan pola makan bergizi selama 100 tahun

Foto : Dok. Setpres RI