Jakarta, GPriority.co.id – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa memastikan kesiapan Jawa Timur untuk menyukseskan program swasembada gula nasional melalui percepatan hilirisasi perkebunan tebu.
“Saya rasa ini skuadron yang sangat kuat untuk bisa memaksimalkan ikhtiar hilirisasi dari perkebunan yang ada di Jawa Timur. Di sini juga hadir segenap bupati dan wakil bupati se-Jawa Timur, mereka yang sudah melakukan pemetaan luasan lahan yang memungkinkan bisa dijadikan target perluasan lahan ini,” kata Khofifah dalam keterangan yang diterima, Rabu (24/12).
Khofifah menekankan bahwa sinergi lintas daerah menjadi kunci utama dalam mempercepat perluasan lahan sekaligus mendorong investasi di sektor perkebunan tebu. Ditargetkan, Jawa Timur menanam tebu seluas 70 ribu hektare dari total target nasional 100 ribu hektare.
Disamping itu, Khofifah juga mengingatkan pentingnya pemetaan lahan yang matang agar tidak mengganggu capaian sektor pangan lainnya, terutama beras.
“Luas Tambah Tanam atau LTT Jawa Timur merupakan yang tertinggi dengan 1,8 juta hektare. Karena swasembada beras sudah terwujud, angka ini pasti tidak boleh berkurang di 2026. Jadi peruntukan-peruntukan seperti ini memang harus dipetakan dengan hati-hati,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menetapkan batas waktu tiga bulan atau 90 hari untuk pelaksanaan bongkar ratoon, yakni mengganti tanaman tebu sisa panen dengan tunas baru, di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan lokasi konsinyering di depan Gedung Negara Grahadi yang akan difungsikan sebagai pusat koordinasi seluruh pemangku kepentingan guna mempercepat implementasi program tersebut.
Tak hanya itu, Jawa Timur juga disiapkan menjadi provinsi pertama yang membangun produksi Grand Parent Stock (GPS) milik negara di sektor peternakan unggas. Program ini bertujuan menghasilkan Final Stock (FS) atau bibit Day Old Chick (DOC) komersial untuk memperkuat kemandirian industri perunggasan nasional.
“Ini menjadi good news (Berita baik) bagi kami yang ada di Jawa Timur. Kemudian kami juga berdiskusi dan berkoordinasi tentang PSN atau Produksi Susu Nasional dengan beberapa bupati yang memungkinkan bisa memberikan penguatan untuk bisa mendapatkan sapi dara bunting. Insya Allah, program-program ini sangat berdekatan dengan kultur peternak yang ada di Jawa Timur,” tuturnya dikutip Antara.
Khofifah berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, serta kabupaten dan kota dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, pekebun, dan peternak di Jawa Timur.
