Jakarta, GPriority.co.id – Penelitian terbaru menemukan posisi kerja di kantor yang berpengaruh pada penderita diabetes tipe 2.
Dilansir dari laporan NY Post, penelitian yang diterbitkan di Cell Metabolism ini menyebut duduk di dekat jendela bagi penderita diabetes tipe 2, dapat membantu mengontrol kadar insulin mereka.
Lebih lanjut, menurut peneliti yang terlibat, paparan cahaya alami di dalam ruangan (dekat jendela), mengubah cara tubuh untuk memproses glukosa dan menggunakannya sebagai energi.
Para peneliti mencatat bahwa masyrakat di Barat menghabiskan 80-90 persen waktu mereka di bawah lampu, ketimbang terpapar sinar matahari. Padahal, sinar matahari alami sangat bermanfaat untuk kesehatan dan membantu ritme sirkadian (jam internal tubuh), yang memengaruhi banyak proses, termasuk pencernaan, pelepasan hormon, serta metabolisme.
Ketika keseimbangan terganggu, hal ini dapat memperburuk resistensi insulin dan kontrol gula darah, yang merupakan dua masalah utama diabetes tipe 2.
Untuk menguji pengaruh sinar matahari terhadap kadar gula darah, para ilmuwan merekut 13 orang dewasa penderita diabetes tipe 2. Setiap orang menjalankan 2 kondisi berbeda selama 4,5 hari di lingkungan kantor.
Pada kondisi pertama, mereka bekerja di depan jendela besar dengan cahaya alami yang masuk. Sementara pada kondisi lainnya, peserta bekerja di ruangan yang sama dengan jendela tertutup dan hanya terpapar pencahayaan dalam ruangan biasa.
Semua orang kemudian mengonsumsi makanan yang serupa, mengikuti jadwal yang sama. Mereka kemudian melanjutkan pengobatan diabetes seperti biasa dalam kedua kondisi tersebut.
Meskipun kadar gula darah rata-rata tidak berbeda secara drastis antara kedua kondisi tersebut, ditemukan bahwa orang menghabiskan lebih banyak waktu dengan kadar glukosa yang lebih sehat ketika mereka terpapar sinar matahari alami.
Gula darah mereka berfluktuasi lebih sedikit dan tetap berada dalam kisaran yang diinginkan untuk sebagian besar waktu dalam sehari. Selain itu, paparan cahaya alami juga memengaruhi metabolisme. Di bawah sinar matahari, peserta membakar lebih banyak lemak dan lebih sedikit karbohidrat untuk energi.
Biopsi otot dan tes laboratorium lebih lanjut menunjukkan bahwa gen yang bertanggung jawab atas jam seluler tubuh lebih tersinkronisasi di bawah kondisi cahaya alami, demikian ungkap penelitian tersebut. Para peneliti menyimpulkan bahwa penyelarasan gen-gen yang lebih baik dapat meningkatkan pemrosesan nutrisi dan bagaimana sel merespons insulin.
Kendati demikian, perlu ditekankan bahwa sinar matahari bukanlah pengganti pengobatan diabetes. Sinar matahari hanya membantu penderita diabetes tipe 2 untuk mengontrol kadar gula darah, selama diimbangi dengan gaya hidup yang sehat.
