konsumsi Antibiotik Alami Tangkis bakteri

Saat berobat ke rumah sakit, puskesmas atau klinik, dokter akan memberikan kita obat antibiotik. Tujuannya agar membunuh dan mencegah bakteri berkembang biak di dalam tubuh.

Saat mengkonsumsi antibiotik, Anda disarankan untuk mengikuti anjuran dokter jika tidak maka antibiotik yang dikonsumsi terus menerus dapat merusak sistem pencernaan dan menyebabkan kekebalan alami menurun terhadap semua jenis infeksi dikemudian hari. Tidak ingin hal tersebut terjadi , ikutilah anjuran dokter. Namun jika Anda merasa tubuh akan cepat terserang penyakit jika tidak meminum antibiotik secara terus menerus, Anda bisa mencoba menyingkirkan infeksi tanpa merusak pencernaan, dengan 5 antibiotik alami ini.

1. Bawang Putih
Bawang putih dipercaya oleh para ilmuwan untuk menangkal wabah. Bawang putih memiliki khasiat antibiotik, antivirus, antijamur, dan antimikroba yang kuat, serta mampu membantu melindungi dan memfasilitasi pembuangan bakteri yang merugikan.

Bawang putih juga kaya akan antioksidan alami yang dapat menghancurkan radikal bebas, juga mendukung sistem kekebalan yang kuat. Bahan aktif dalam bawang putih, allicin, adalah komponen kunci untuk membunuh dan menangkal bakteri berbahaya. Geprek bawang untuk mengaktifkan senyawa ini, dan makan mentah, dalam teh hangat atau makanan yang dimasak sebentar.

2.Colloidal Silver
Colloidal Silver atau lebih dikenal Koloid perak dapat mengurangi jumlah antibiotik tetrasiklin yang dapat diserap oleh tubuh. Mengonsumsi koloid perak dengan antibiotik tetrasiklin dapat menurunkan efektivitas antibiotik tetrasiklin. Untuk menghindari interaksi ini, konsumsi koloid perak dua jam sebelum atau empat jam setelah meminum tetrasiklin.

3.Echinacea
Echinacea adalah tanaman berbunga yang banyak tumbuh di Eropa dan Amerika Utara. Di Amerika, Echinacea merupakan salah satu herbal yang paling populer hingga saat ini. Sehingga echinacea disebut Native American. Ciri tumbuhan ini adalah bunganya yang seperti duri landak marah.

Hasil penggalian arkeologi menunjukkan bahwa penduduk asli Amerika mungkin telah menggunakan echinacea selama lebih dari 400 tahun untuk mengobati infeksi dan luka dan sebagai obat segala penyakit. Sepanjang sejarah orang-orang Indian menggunakan echinacea untuk mengobati demam scarlet, sifilis, malaria, keracunan darah, dan difteri.

4.Madu Manuka
Madu manuka terkenal dengan sifat antibiotiknya yang kuat. Methylglyoxal (MGO) adalah bahan aktif dalam madu manuka yang kemungkinan besar bertanggung jawab atas efek antibakteri ini. Selain Methylglyoxal, madu manuka juga mengandung Dihydroxyacetone (DHA) dan Leptosperi.

5.Minyak Oregano
Minyak oregano dapat mengatasi bakteri patogen tanpa mengganggu bakteri menguntungkan. Minyak ini juga mengandung senyawa antiviral dan antijamur yang membuatnya menjadi antibiotik alami yang kuat dengan kombinasi tiga-dalam-satu yang menyaingi obat-obatan tetapi tidak mendorong resistensi terhadap antibiotik. Bahan antimikroba utama dalam minyak oregano adalah carvacrol. Anda harus memastikan bahwa sumber Anda setidaknya 70 persen kandungan carvacrol agar efektif.(Hs)

Related posts